Kamis, 03 Juli 2014

Capres no urut 1 BAIK, Capres no urut 2 juga BAIK, yang TIDAK BAIK kalo TIDAK MEMILIH......


Dalam konteks PILPRES di Indonesia, di mana umat Islam mesti memilih dua pasangan calon merupakan realitas perpolitikan yang tidak dapat lagi untuk dihindarkan.

Dapat dipastikan bahwa umat Islam mempunyai idola dan pilihannya masing-masing. Kendati pun, Islam memberikan tingkat toleransi yang cukup baik terhadap perbedaan pendapat dalam menentukan kepemimpinan tetapi tidak terlepas begitu saja dari kriteria yang dapat dijadikan tolok ukur secara umum yang harus dimiliki kandidat yang diusung

Siapa pun yang terjun dalam bidang politik PASTI memiliki kepentingan kekuasaan. Kekuasaan di mata Islam bukanlah barang terlarang, sebaliknya kekuasaan dan politik dianjurkan selama tujuannya untuk menjalankan visi-misi kekhalifahan. Untuk itu kekuasaan harus didapatkan dengan tetap berpegang pada etika Islam.

Sebagai agama yang sempurna, Islam telah memberikan panduan etika dalam kehidupan manusia. Karena itu etika dalam politik menjadi suatu keharusan……     
Etika politik merupakan pengejawantahan dari nilai-nilai kebenaran, kejujuran, keadilan dan tangung jawab atas realitas kehidupan. Untuk itu realitas politik diupayakan dengan mengkonsepkan dan meng-elaborasi-kan secara mendalam fenomena terhadap pandangan Alquran tentang etika dalam pelayanan rakyat.

Etika politik adalah sesuatu yang sangat penting dalam Islam, karena politik dipandang sebagai bagian dari IBADAH, maka politik harus dilakukan berdasarkan prinsip-prinsip ibadah. Di samping itu, politik berkenaan dengan prinsip Islam dalam pengelolaan masyarakat, karena itu prinsip-prinsip hubungan antarmanusia seperti saling menghargai hak orang lain dan tidak memaksakan kehendak harus berlaku dalam dunia politik.

Dalam etika politik yang merupakan etika sosial, untuk dapat mewujudkan pandangannya dibutuhkan persetujuan dari masyarakat karena menyangkut tindakan kolektif. Maka hubungan antara pandangan seseorang (etika individual) dengan tindakan kolektif membutuhkan perantara yang berfungsi menjembatani kedua pandangan ini berupa NILAI-NILAI. Melalui nilai-nilai inilah politikus berusaha meyakinkan masyarakat agar menerima pandangannya, sehingga mendorong kepada tindakan bersama. Karena itu, politik disebut juga SENI meyakinkan melalui wicara dan persuasi, bukan manipulasi dan kekerasan.

Islam telah menetapkan NILAI-NILAI DASAR dalam kehidupan politik, yaitu:

1. Prinsip musyawarah (SYURA), dalam Islam tidak hanya dinilai prosedur pengambilan keputusan yang direkomendasikan, tetapi juga merupakan tugas keagamaan. Seperti yang telah dilakukan oleh Nabi dan diteruskan oleh khulafaur rasyidin.
Firman Allah Swt: “….dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu...” (QS. Ali Imran: 159)  

2. Prinsip persamaan (MUSAWAH), dalam Islam tidak mengenal adanya perlakuan diskriminatif atas dasar perbedaan suku bangsa, harta kekayaan, status sosial dan atribut keduniaan lainnya. Yang menjadikannya berbeda di mata Allah hanya kualitas ketakwaan seseorang sebagaimana firman-Nya: “...Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al-Hujarat: 13).

3. Prinsip keadilan, menegakkan keadilan merupakan suatu keharusan dalam Islam, terutama bagi para penguasa. Islam juga memerintahkan untuk menjadi manusia yang lurus, bertanggung jawab dan bertindak sesuai dengan kontrol sosialnya sehingga terwujud keharmonisan dan keadilan hidup, sebagaimana firman Allah Swt: “...Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Maidah: 8).

4. Prinsip kebebasan (AL-HURRIYAH), dalam Islam prinsip kebebasan pada dasarnya adalah sebagai tanggung jawab terakhir manusia. Konsep kebebasan harus dipandang sebagai tahapan pertama tindakan ke arah perilaku yang diatur secara rasional berdasarkan kebutuhan nyata manusia, baik secara material maupun secara spiritual. Kebebasan yang dipelihara oleh politik Islam adalah kebebasan yang mengarah kepada ma’ruf dan kebaikan. Allah berfirman: “... Dan tidaklah seorang membuat dosa melainkan kemudaratannya kembali kepada dirinya sendiri; dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain...” (QS. Al-An’am: 164).


Memperhatikan 4 nilai-nilai dasar kehidupan politik Islam, ada 6 kriteria yang dijadikan ukuran sosok pemimpin di Indonesia, yaitu:

1, Dapat berlaku adil dan keseimbangan dalam pemerintahannya.

2, Mempunyai ilmu pengetahuan yang membuatnya dapat melakukan inovasi baru untuk menghadapi kejadian-kejadian yang timbul dan untuk membuat kebijakan hukum.

3. Panca inderanya lengkap dan sehat dari pendengaran, penglihatan, lidah dan sebagainya, sehingga ia dapat menangkap dengan benar dan tepat apa yang ditangkap inderanya.

4. Tidak ada kekurangan pada anggota tubuhnya yang menghalanginya untuk bergerak dan cepat bangun.

5. Visi pemikirannya baik sehingga ia dapat menciptakan kebijakan kepentingan rakyat dan mewujudkan kemaslahatan mereka.

6. Mempunyai keberanian dan sifat menjaga rakyat, yang membuatnya mempertahankan rakyatnya dan memerangi musuh, berani untuk membawa umat kepada yang lebih baik, serta secara kualitas fisik dan intelektual tidak diragukan.

Islam datang dengan resource yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan yaitu Alquran sebagai sumber utama dan dipertegaskan dengan Sunnah Nabi. Alquran sebagai dasar  bagi manusia kepada hal-hal yang dilakukan memberikan tekanan-tekanan atas amal perbuatan manusia (human action) dari pada gagasan. Artinya Alquran memperlakukan kehidupan manusia sebagai keseluruhan aspek yang organik, semua bagian harus dibimbing dengan petunjuk dan perintah-perintah etik yang bersumber dari wahyu, yang mengajarkan konsep kesatuan yang padu dan logis.

Persolan politik pada hakikatnya diakomodir Islam secara baik dengan memasukkannya pada wilayah MUAMALAT yang bersifat IJTIHAD sehingga memberikan peluang terhadap umat untuk menentukan pilihannya.

Selamat memilih……..


Source : dari berbagai sumber


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar