Jumat, 11 Juli 2014

Wudhu Lahir & Batin..............




Assalamu'alaikum


.....Seorang ahli ibadah bernama Isam bin Yusuf, selalu merasa kuatir ibadah shalatnya kurang khusyuk.
Pada suatu hari ia menghadiri pengajian dan bertemu dgn orang tua yg sangat tawadhu, bernama Hatim Abdurrahman. 
Isam pun bertanya, "Wahai Ust Abdurrahman, bagaimana caranya Bapak sholat?

Hatim: "Apabila masuk waktu sholat aku berwudhu' lahir dan batin."

Isam: "Bagaimana wudhu' lahir dan batin itu?"

Hatim: "Wudhu' lahir membasuh semua anggota tubuh dgn air. 
Sementara wudhu' batin ialah ''membasuh'' hati dan pikiranku dgn tujuh perkara:
1. Bertaubat,
2. Menyesali dosa,
3. Tidak ter-gila2 dgn dunia,
4. Tidak mengharap pujian
5. Tinggalkan sifat ujub,
6. Tinggalkan sifat khianat,
7. Tinggalkan sifat dengki.

Kemudian aku pergi ke masjid. 
Aku arahkan tubuhku menghadap kiblat. 
Aku berdiri dgn penuh kewaspadaaLalu aku bayangkan Allah SWT ada di hadapanku, 
syurga di sebelah kananku, 
neraka di sebelah kiriku,
malaikat maut berada di belakangku, 
dan aku seolah-olah sedang berdiri di atas titian 'Shirothol Mustaqim'. 
Aku anggap sholat yg akan dan sedang aku dirikan adalah sholat terakhirku
Kemudian aku berniat dan bertakbir dgn khidmat.
Setiap bacaan dan doa dalam sholat aku coba fahami maknanya, kemudian aku ruku' dan sujud dgn tawadhu', aku bertasyahhud dgn penuh pengharapan dan memberi salam dgn ikhlas".

Mendengar itu, Isam pun menangis. Teringat sholatnya yg ternyata masih begitu jauh dari khusyuk...

Allaahumma innii a’uuzubika min ilmin laa yanfa’u wa min qalbin laa yakhsya’u wa min nafsin laa tasyba’u wa min da’watin laa yustajaabu laha. Allaahumma aati nafsii taqwaahaa fa anta khairu man zakkaahaa, anta waliyyuhaa wa maulaahaa.

Ya Allah, aku berlindung kpd-Mu dari ilmu yg tidak bermanfaat, dari hati yg tidak khusyuk, dari nafsu yg tidak kenyang (puas), dan dari doa yg tidak terkabul. 
Ya Allah, anugerahkan kpd ku jiwa yg takwa dan bersih, sesungguhnya Engkaulah sebaik-baik yg membersihkan jiwa dan Engkaulah yg membimbingnya. (H.R. Muslim)


Rabbij’anii muqiimas salaati wa min zurriyyatii rabbanaa wa taqabbal du’a'i

Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang yg tetap melaksanakan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku. (Q.S. Ibrahim
 [14]: 40)”


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar