Senin, 28 Juli 2014

Hikmah Idul Fitri



Assalamu'alaikum




Satu cerita yang menarik sbg hikmah idul fitri .




Alkisah ada seorang lelaki tua yg sudah sakit2-an dan ia merasa bhw ia akan segera meninggal. Kemudian dia menemui istrinya yg ke-empat, yg paling muda, paling cantik, pokoknya top deh.
Dia berkata: “Neng, kayaknya abang udah mau dipanggil Allah nih, sakit2-an mulu. Mau nemenin abang gak neng?”.
Dgn lantang istri keempat ini berkata: “Eh, aki-aki, kalau mau mati mah mati aja, Ane masih muda, cantik, masih banyak yg mau. Maap ye, Ane gak sudi nemenin aki-aki mati.”

Lalu dgn perasaan sakit hati, terhina, dilecehkan dan menangis dia menemui istrinya yg ke-tiga. Aki-aki tua tadi mengatakan hal yg sama. Kata istri ketiganya: “Aduh bang, biar kate udah tua, masih banyak yg mau ngawinin ane. Biar ane jadi janda kembang deh, abang pergi aja duluan. Mau mati pake ngajak2 lagi. Ane emang cinta sehidup, tapi tidak semati.”

Pak tua tadi semakin sedih. Kemudian dgn penuh harap dia menemui istrinya yg ke-dua. Dia juga mengatakan bhw ia sudah hampir mati dan meminta bini ke dua utk menemaninya mati. Istri keduanyapun tidak mau.

Lalu akhirnya dia menemui istrinya yg pertama, yg sudah peot, udah nenek-nenek.
Diapun berujar: “Eh, nek, gue kayaknya udah gak kuat nih. Udah mau mati. Sakit gak sembuh-sembuh, berobat kesana kemari ngabisin duit kagak ada hasilnya. Mau enggak nemenin gue mati?”.

Apa yg terjadi sungguh di luar dugaan.
Dgn perasaan suka cita ia berkata: “Alhamdulillah, aye bersedia bang. Dgn segenap hati ane nemenin dan ngikutin abang menghadap Yang Kuasa.”

Nah, siapakah orang tua yg beristri empat itu?
Siapakah pula istri2-nya?
Itu semua adalah gambaran seorang manusia.

Kakek-kakek tadi adalah diri kita sendiri . Diri kita ketika hendak menghadap Illahi Robbi. Yg gelisah ketika menghadapi “saat-saat maghrib”, usia senja. Manusia yg menjadi gelisah karena takut menghadap sang Khaliq. Ia merasa tidak mempunyai bekal utk kembali. Semua yg ia lakukan di dunia hingga menjelang ajal selama ini adalah penuh pamrih, bukan dilakukan karena Allah. Tapi karena hal-hal yg bersifat duniawi. SubhanaAllah.
Lalu, istri pertama tadi adalah ruh kita, jiwa kita, hati kita, yg akan menemani kita di alam kubur dan menghadapi yaumul hisab, hari perhitungan.
Istri kedua adalah badan kita. Badan yg akan dikubur dan diziarahi keluarga kita nanti (kalau ada yg inget).
 Istri ketiga adalah anak, istri dan seluruh kerabat handai taulan kita di dunia. Mereka akan ada sepanjang kita hidup. Namun tidak ada satupun dari mereka yg akan menemani kita mati.
Dan istri keempat adalah harta, jabatan, dan kesenangan-kesenangan duniawi . Semua tidak ada gunanya lagi. Tidak ada yg kita bawa “pulang”. Semua menjadi warisan kita yg sering kali jadi rebutan bagi anak cucu kita.

Apa yg telah, sedang dan akan kita lakukan terhadap istri2 kita? Sungguh beruntung jika kita dapat menggunakan semua hanya karena Allah sehingga memberikan sumbangsih, memberikan bekal utk pulang. Tidak justru menimbulkan finah buat kita. Mungkin (Cuma mungkih lho) selama ini kita sudah banyak beramal, sedekah, nyumbang ke sana kemari, tapi apakah semua kita lakukan dgn ikhlas? 
Sampai saat ini, banyak yg kita berikan itu masih kita ingat dgn jelas. 
Kita masih mengingat sumbangan kita. Namun, sering pula kita memberi pengemis dan orang2 entah siapa sekedar seribu atau limaratus rupiah, dan karena jumlahnya kecil, kita telah melupakannya sama sekali. Namun, siapa tahu justru modal kita yg seribu rupiah itulah yg akan menyelamatkan kita karena keihlasan kita.

Karenanya, selagi dalam suasana yg fitri yg indah ini, marilah kita menyucikan hati kita, diri kita, menggunakan segala yg kita miliki di jalan Allah dgn ikhlas. Ramadhan telah menjadi ajang pelatihan kita utk ikhlas, bersabar dan lebih mendekatkan diri kpd Allah. 
Semoga kita termasuk ke dalam orang2 yg beruntung. Wallahu alam.

Ya Allah,
Dgn Ramadhan
Selamatkan kami dari segala musibah dan penderitaan
Bersihkan hati kami dgn maghfirah dan rahmat Mu
Gantikanlah penderitaan kami dgn keindahan dan kekabahagiaan

Ya Allah,
Lepaskan kami dari segala dosa kami
Keluarkan kami dari segala kesalahan kami
Selamatkan kami dari segala musibah

Ya Allah,
Jadikan kami
orang yg paling bahagia
orang yg mendapat keuntungan dari sisi-Mu
Shalawat dan salam utk kekasih kami Rasulullah SAW dan keluarganya
Aamiinn Ya Robbal alamin.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar