Rabu, 09 Juli 2014

Puncak Fitnah.......


Assalamu'alaikum

Hidup di dunia merupakan sebuah perjalanan panjang menghadapi ujian dari waktu ke waktu.

Ujian paling berat dalam kehidupan di dunia ialah SOSOK Ad-Dajjal. Semenjak manusia pertama dihadirkan ke muka bumi hingga datangnya hari Kiamat ummat manusia tidak dihadapkan kpd fitnah yg lebih dahsyat daripada FITNAH Ad-Dajjal.
“Allah tidak menurunkan ke muka bumi sejak penciptaan Adam as hingga hari Kiamat, fitnah yg lebih dahsyat daripada fitnah Ad-Dajjal.” (HR. Thabrani)

Tidak ada seorang Nabipun yg diutus Allah ke muka bumi kecuali memperingatkan ummatnya akan PUNCAK fitnah tsb

Pada saat Haji Wada' Rasulullah SAW berkhutbah, beliau menyebut-nyebut Ad-Dajjal kemudian beliau terus menyebutnya berulang kali hingga beliau bersabda: "Tidaklah Allah mengutus seorang Nabi melainkan telah memperingatkan umatnya tentang Dajjal. Dan Nabi Nuh AS telah menperingatkan hal itu kpd umatnya, juga para Nabi yg datang sesudahnya." (HR. Ahmad )

Dajjal disebut-sebut di dekat Rasulullah SAW lalu beliau bersabda, "Sungguh fitnah sebagian dari kalian lebih aku takutkan dari fitnahnya Dajjal. Dan tiada seseorang dapat selamat dari aneka fitnah sebelum fitnah Ad-Dajjal melainkan pasti selamat pula darinya (fitnah Ad-Dajjal) setelahnya. Dan tiada fitnah yg dibuat sejak adanya dunia ini baik kecil ataupun besar, kecuali untuk menyambut fitnah Ad-Dajjal." (HR. Ahmad)

Sungguh kita wajib waspada menghadapi keadaan dunia saat menjelang munculnya PUNCAK fitnah tsb. Sungguh, keadaan dunia dewasa ini sedemikian diselimuti oleh aneka fitnah sehingga banyak sekali ummat manusia yg terjerat ke dalamnya, tanpa kecuali sebagian kaum muslimin yg mengaku beriman. Dan celakanya, tidak sedikit di antara mereka yg menganggap ringan akan hal ini. Padahal ada yg sampai terjerat fitnah yg bukan saja mengakibatkan dirinya menjadi berdosa —di sisi Allah— secara biasa2 saja. Melainkan ia telah terjerat ke dalam fitnah yg mengakibatkan batalnya (terhapusnya) EKSISTENSI IMAN dirinya di mata Allah. Wa na’udzubillah min dzaalika.

Nabi SAW bersabda: "Bersegeralah beramal sebelum datangnya rangkaian fitnah spt sepenggalan malam yg gelap gulita, seorang laki2 di waktu pagi mukmin dan di waktu sore telah kafir, dan di waktu sore beriman dan paginya menjadi kafir, ia menjual agamanya dgn kesenangan dunia." (HR. Ahmad)

Sejujurnya, dunia dewasa ini menawarkan JEBAKAN fitnah secara lengkap. Fitnah meliputi segenap aspek kehidupan manusia modern. Fitnah dapat ditemukan dalam aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pendidikan, medis, militer, pertahanan keamanan, media-massa, hiburan, olah-raga bahkan pemahaman dan pelaksanaan ajaran agama…! 

Singkat kata, rangkaian fitnah yg menyebabkan dunia modern menjadi laksana sepenggalan malam yg gelap-gulita, telah membentuk dirinya menjadi sebuah peradaban dunia yg penuh kezaliman dan penyimpangan dari petunjuk Allah, Pencipta, Pemilik, Pemelihara dan Penguasa alam raya.

Penulis muslim berkebangsaan Inggris bernama Ahmad Thomson menyebut dunia modern sbh sebuah SISTEM Dajjal. Ia menulis di dalam bukunya: Dajjal memiliki tiga sisi/aspek:
• Dajjal sbg oknum.
• Dajjal sbg gejala sosial budaya global.
• Dajjal sbg kekuatan yg tidak tampak/kekuatan gaib/kekuatan sihir.

Menurut pendapat ulama, dua aspek yg terakhir akan didirikan sebelum Dajjal SEBAGAI OKNUM muncul. Artinya, ia akan muncul ketika sistem pendukung yg dibutuhkan berada di tempatnya di seluruh dunia baik secara langsung atau tidak langsung.

Manusia modern menganggap pembicaraan soal Ad-Dajjal merupakan pembicaraan yg tidak realistik dan bermuatan mitos atau legenda. Padahal tidak seorang Nabi-pun yg diutus Allah kecuali telah memperingatkan ummatnya masing2 akan bahayanya. Dan peradaban dunia modern yg dikomandani kaum kuffar BARAT sangat cocok untuk dijuluki sbg sebuah Sistem Dajjal.

Bila kita memahami masalah di atas dgn JUJUR dan OBJEKTIF niscaya kita dapat mengerti mengapa begitu BANYAK masalah pelik terjadi di negeri ini bahkan di seluruh dunia. 
Ideologi yg ditawarkan ialah materialisme, sekularisme, pluralisme dan liberalisme. 
Ekonominya ribawi-yahudi (mengandalkan bunga bank). Tatanan sosialnya berhirarki alias berkasta (sesama manusia saling menyembah/menghamba satu sama lain). 
Hukumnya mengabaikan hukum Allah berlandaskan Al-Qur’an dan As-Sunnah (yg berlaku hukum bikinan manusia alias hukum thaghut).
Budayanya hedonisme (menghamba kpd pemenuhan hawa nafsu). 

Media-massa mempunyai motto bad news is good news sehingga cenderung tebar fitnah, gosip, fenomona kemusyrikan, kekerasan, glamour dan seks bebas. Sedangkan praktek beragama masyarakat cenderung taqlid alias asal melestarikan tradisi nenek-moyang, bukan merujuk kpd petunjuk Allah dan RasulNya sehingga fenomena pengkultusan para pemuka agama merebak.

Dalam keadaan dunia kacau dan sarat kezaliman spt sekarang ini sangatlah mungkin bila oknum Ad-Dajjal tampil ke panggung dunia menipu, menyihir dan mengelabui ummat manusia. Dengan mudah ia akan disambut dan dipandang sbg sang penyelamat oleh para pengelola dunia modern yg hakikatnya telah lama mempersiapkan peradabannya menjadi sebuah Sistem Dajjal.

Waspadalah Kita sedang hidup di era menjelang hadirnya puncak fitnah.

"Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari azab jahannam, azab kubur, fitnah kehidupan dan kematian serta dari jahatnya fitnah Al-Masih Ad-Dajjal" (HR. Muslim)



Sumber: disarikan dari tulissn Ihsan Tandjung


Catatan :


Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Ibnu Umar, dikemukakan bahwa Nabi Muhammad SAW memerintahkan agar kaum Muslimin menghindari fitnah (yang timbul karena pembicaraan yang salah) karena terpelesetnya lisan adalah ibarat terpelesetnya pedang.

Mengenai munculnya fitnah, hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Abu Hurairah menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, "Sudah dekat masa dan berkurang amalan, muncul kekikiran, muncul kekacauan (fitnah), dan banyak kekacaubalauan."

Lalu para sahabat bertanya, "Apa itu ya Rasulullah SAW?” 

Rasulullah SAW menjawab, "Pembunuhan dan pembunuhan.” 

Dalam hadis lain disebutkan bahwa fitnah juga dapat muncul karena kebodohan merajalela, ilmu telah tercabut, dan banyak kekacauan serta pembunuhan (HR. Bukhari dari Abu Musa).

Pengertian fitnah yang menonjol adalah perpecahan yang timbul akibat saling bermusuhan di antara sesama kaum muslimin, yang berakibat terjadinya saling membunuh dan akibat dari kebodohan serta kecongkakan.

Alquran maupun sunah Rasulullah SAW memperingatkan kaum Muslimin agar mereka meminta perlindungan dari fitnah. Surah Al-Ma'idah ayat 101 misalnya, mengimbau orang-orang beriman agar tidak menanyakan (kepada Rasulullah SAW) hal-hal yang jika diterangkan justru akan menyusahkan umat Islam sendiri.

Nabi SAW bersabda sembari memohon perlindungan kepada Allah SWT dari akibat buruk fitnah, “A'uzu billlah min su’il fitani." Artinya, “Aku berlindung kepada Allah dari buruknya fitnah.” (HR. Ahmad bin Hanbal).

Hadapi Fitnah dengan Diam

Diantara makna shaum adalah diam,sebagaimana Siti Maryam menghadapi fitnah berzina dengan diam (QS19:26), sampai Allah memperlihatkan mu'zijatNYA(QS19:29-30).

Tidak sembarang diam sahabatku, diamnya orang beriman itu adalah zikir dan doa (QS3:41).

Rasulpun mengingatkan, "Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, hendaklah berkata baik, benar dan sopan, kalau tidak mampu, maka diam.

Banyak yang mampu menahan lapar haus, tetapi sedikit yang mampu menahan banyak bicara.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar