Rabu, 05 Agustus 2009

Tujuh "Pembunuh" Libido Wanita


Banyak sekali hal yang dapat berefek negatif pada nafsu seks wanita. Hal yang umum ditemui antara lain adalah stres, masalah percintaan dan anak-anak, kekurangan fisik, serta penyakit. Kendati demikian, masih banyak pria tak tahu faktor apa saja yang bisa "membunuh" nafsu wanita untuk bercinta. Untuk itu, situs AskMen.com mengurutkan beberapa hal yang dapat mempengaruhi suasana hati si dia.

1. Gangguan psikologis.
Gangguan psikologis seperti kurang percaya diri, stres, dan gelisah, adalah beberapa faktor utama yang bisa merintangi kehidupan seks yang sehat.

Wanita umumnya tidak percaya diri ketika bermasalah dengan berat badannya. Ciri-ciri wanita ini adalah dia akan meminta supaya lampu dimatikan, atau tak mau membuka seluruh pakaiannya setiap kali akan bercinta dengan Anda. Untuk mengatasinya, yakinkan bahwa dia adalah wanita yang cantik, hebat, dan Anda sangat menginginkan dia.

Begitu juga bila wanita terlalu stres. Untuk menghilangkan beban pikirannya, Anda bisa memanjakan dia dengan memberi pijatan. Tujuannya adalah agar dia merasa lebih santai. Tapi jangan sampai pijatan itu membuat dia justru tertidur pulas.

Lain halnya dengan wanita yang sering gelisah. Penyebabnya bisa karena trauma dengan kekerasan seksual yang pernah ia alami. Solusinya, dukunglah kekasih Anda. Ini memang tak mudah, tapi dengan komunikasi yang baik Anda pasti mampu memecahkan masalah yang satu ini.

2. Kesehatan Fisik.
Wanita yang kurang berolahraga dorongan seksnya kecil, dan juga sebaliknya. Jika wanita berolahraga secara rutin, yakni empat kali seminggu selama sekitar sejam, dia takkan mengalami gangguan hormon. Tetapi, menyarankan wanita untuk berolahraga bisa menyinggung perasaannya. Jadi, solusi terbaiknya adalah dengan mengajak dia berolahraga ringan bersama seperti jogging atau bersepatu roda. Dengan cara ini, tak hanya dia, Anda juga sekaligus memperbaiki kehidupan seks diri sendiri.

3. Diet tak sehat.
Diet atau pola makan sangat berpengaruh pada kehidupan seks wanita. Jika pola makannya buruk, maka kegiatan seksnya pun akan buruk pula. Namun sama halnya dengan menyarankan wanita untuk berolahraga, menyuruh dia mengatur pola makan juga akan sangat menyinggung perasaannya. Caranya, ajak dia mengikuti pola makan sehat Anda. Cobalah ganti keripik dengan salad, minuman bersoda dengan air putih, sehingga level energi Anda dan pasangan akan meningkat. Energi lebih untuk hidup, berarti energi lebih untuk seks.

4. Tubuh dipenuhi racun.
Jika tubuh tak dibersihkan, maka racun akan menumpuk. Akibatnya, wajah berjerawat, badan menjadi bau, dan energi berkurang sehingga dorongan seks berkurang pula. Penyebabnya adalah rokok, polusi, kurang olahraga, diet tak sehat, dan kelebihan berat badan. Cara terbaik untuk mengeluarkan racun dari tubuh adalah dengan banyak minum air putih dan minuman yang mengandung antioksidan seperti teh hijau. Selain itu, jangan lupa berolahraga.

5. Sindrom pramenstruasi (PMS).
PMS muncul beberapa saat sebelum wanita mengalami haid. Terkadang, sikap menyebalkan yang ditunjukkan wanita saat PMS bisa membuat kesal para pria. Pasalnya, mereka menjadi lebih emosional, bertingkah tak logis, tertekan, dan gelisah. Sesaat mereka tampak baik-baik saja, namun dalam sekejap mereka dapat berubah drastis jadi pemarah, cengeng, gemar berteriak, dan bahkan mengamuk tak karuan.

Ini mungkin bukan waktu yang tepat untuk bercinta. Pasalnya, wanita lebih sensitif lantaran tingginya hormon estrogen. Cara terbaik untuk menghadapi situasi seperti ini adalah dengan menghindari perdebatan. Jika ingin membantu mengatasi sindrom ini, beri dia motivasi untuk melakukan olahraga ringan, atau aktivitas menyenangkan penghilang stres lainnya. Ingatlah bahwa meskipun seks adalah salah satu aktivitas menyenangkan, tapi cobalah hal lainnya.

6. Penggunaan obat-obatan.
Beberapa obat-obatan, baik yang harus dengan resep dokter atau tidak, bisa mengganggu dorongan wanita untuk bercinta. Misalnya pil kontrasepsi, obat antidepresan, obat tekanan darah, obat tidur, penurun demam, dan antikanker. Obat-obatan terlarang seperti ekstasi, ganja, opium, dan kokain juga dapat mempengaruhi libido.

Intinya, obat-obatan itu mengatur hormon wanita. Jadi, efeknya bisa "membunuh" libido atau justru meningkatkan gairah si pemakai secara berlebihan. Beberapa obat ada yang menyebabkan rasa sakit saat melakukan hubungan intim lantaran saluran urin, vagina, dan vulvanya kering atau bermasalah. Bahkan ada juga yang membuat wanita menjadi lebih sulit mencapai puncak kenikmatan atau orgasme.

Solusinya, hindari obat-obatan ini. Tapi jika dia tetap membutuhkannya, khususnya obat dengan resep, datanglah ke dokter dan minta obat alternatif yang efeknya lebih ringan. Olahraga juga bisa menetralisir tubuh yang terlalu banyak dicekoki obat-obatan.

7. Penyakit.
Masalah di tenggorokan, kelenjar adrenalin, dan saluran kemih, juga berpengaruh pada hormon progesteron. Jika hormon ini bermasalah, suasana hatinya untuk "bermain-main" dengan Anda juga bermasalah. Untuk permasalahan yang satu ini, mungkin pria harus lebih mengerti dan mau mengalah. Karena jika dipaksakan, tidak akan ada manfaatnya bagi kedua belah pihak. Selain itu ingatlah, perasaan tertekan untuk melakukan hubungan seks juga merupakan pembunuh nafsu yang sangat kuat.(LUC)

05/08/2009 16:47 | Seksologi
Liputan6.com, Montreal
http://kesehatan.liputan6.com/tips/200908/239489/Tujuh.Pembunuh.Libido.Wanita

Tidak ada komentar:

Posting Komentar