Selasa, 22 Desember 2015

Surat Terbuka Imam Shamsi Ali Menjawab Trump (Kebodohan Trump)


Imam Masjid Al Hikmah New York, Imam Shamsi Ali.
Imam Masjid Al Hikmah New York, Imam Shamsi Ali.


Menurut pria kelahiran Bulukumba, Sulawesi Selatan itu, pernyataan Trump yang anti-Muslim bukan barang baru. Dua sampai tiga tahun lalu, ia juga pernah memberikan pernyataan serupa.

Imam Samshi Ali juga pernah berdebat dengan DT dalam suatu acara. 
Berikut surat tanggapan Shamsi Ali terhadap pernyataan kontroversial Trump.
Dalam beberapa hari terakhir, Islam atau tepatnya komunitas Muslim Amerika Serikat kembali menjadi buah bibir dan perhatian hampir semua kalangan. Dari presiden, senate, kongress dan para politisi lainnya, hingga ke komunitas agama-agama, bahkan Hollywood. Pasalnya adalah karena 'front runner' kandidat capres dari Partai Republika, Donald Trump, dalam beberapa kesempatan menyampaikan pernyataan kebencian dan terhadap Islam dan pemeluknya. 

Berbagai pernyataannya yang tidak saja kontroversial tapi merupakan pernyataan yang menggambarkan kebenciannya terhadap Islam dan pemeluknya. Mulai dari penolakannya terhadap imigran Suriah, hanya karena Muslim, berencana menutup mesjid-mesjid yang nanti dicurigai memiliki indikasi radikal, kartu indentifikasi khusus untuk orang-orang Islam di Amerika, hingga akan melarang orang-orang Islam untuk masuk ke negara Amerika. 

Sikap dan pernyataan kebencian Donald Trump itu sesungguhnya bukan hal baru. Dua atau tiga tahun lalu DT pernah memberikan statement yang sama. Ketika itu dia diwawancarai oleh Fox News, sebuah televisi yang juga dikenal sangat anti Islam dan Muslim. Pertanyaan yang disampaikan oleh Fox adalah "bagaimana pendapat anda tentang Islam dan Muslim di Amerika"? 

Jawaban DT ketika cukup mengejutkan, bahkan merisaukan saya sebagai aktifis perdamaian dan dialog antar agama. "Bahwa keberadaan Islam dan Muslim di Amerika itu patut diperhatikan secara dekat (watch carefully) karena berbahaya dan masalah". Itu jawaban DT menjawab pertanyaan Fox. 


Donald Trump memang sosok yang sangat kontroversial sejak lama. Pebisnis properti yang banyak bangkrut itu, juga terjun ke dunia hiburan dengan menjadi sponsor Miss Universe. Dia juga menjadi terkenal dengan show khasnya Apprentice di NBC.

Ideologi dalam politiknya cukup paradoxic. Di satu sisi mengaku sebagai republikan konservatif yang seharusnya menentang apa yang dianggap secara moral keagamaan "immoral". Tapi di sisi lain dia mempromosikan berbagai bisnis haram, termasuk judi dan prostitusi.

Terjunnya DT ke dunia politik sesungguhnya tidak lebih dari dua hal yang mendasari. Pertama karena kebencian yang sangat atas terpilihnya orang hitam pertama, Barack Obama, sebagai presiden Amerika. Dan yang kedua karena memang DT menyukai "high profile publicity". Dan kampanye untuk menjadi presiden adalah salah satu cara tercepat untuk lebih populer.

Sejak terjung ke langgang politik DT sudah memperlihatkan karakter aslinya yang angkuh dan rasis. Mulai dari upayanya mencari celah untuk menjatuhkan Barack Obama dengan mencari tahu tempat kelahirannya, dengan memaksakan agar akte lahir sang presiden dipublikasikan. Sebab presiden Amerika disyaratkan untuk mereka saja yang lahir di tanah Amerika. Warga negara yang kebetulan lahir di luar Amerika secara konstitusi tidak berhak untuk jadi presiden.

Berbagai sikap dan pernyataan DT tidak mengurangi posisi Islam yang semakin melaju di negara ini. Banyak yang menyangka pernyatan DT itu akan mempersulit posisi Islam.

Benar mungkin saja di satu sisi akan menumbuhkan kebencian dan kesalahpahaman kepada sebagian. Tapi di sisi lain ternyata berbalik menjadi "tangga" yang tinggi membawa agama ini ke posisi yang jauh lebih tinggi lagi di AS. Bayangkan, begitu DT mengeluarkan statement untuk melarang orang-orang Islam datang ke AS, beberapa kota di Amerika mengeluarkan pernyataan menolak DT masuk ke kota itu. Dari Presiden, menteri, pengusaha, hingga ke komunitas agama dan Hollywood mengeluarkan pernyataan pedis mengenai DT.


Maka sesungguhnya sikap dan pernyataan DT itu tidak perlu ditangisi. Bagi saya pribadi itu tidak lebih dari beberapa kemungkinan: 1) bagian dari lelucon seorang kandidat bernama DT. Tidak serius. 2) Penampakan tentang DT yang sesungguhnya bahwa dia sedang mengalami "mental disturbance" (gangguan mental). 3) Kebodohan kalkulasi politik yang menyangka jika menyerang Islam akan mendapat dukungan.

Pada akhirnya saya selalu mengingatkan sesama Muslim agar menikmati perjalanan ini. Perjalanan panjang menuju kesuksesan untuk menjadikan Islam sebagai bagian integral Amerika. Yang nantinya akan menjadi salah komponen yang berkontribusi bagi kemajuan, kekuatan dan kecantikan negeri ini. Dan Islam di mana saja memposisikan diri sebagai kontributor positif. Bukan ancaman dan musuh bagi siapa-siapa.



Red: Teguh Firmansyah
Republika/Tahta Aidilla

http://internasional.republika.co.id/berita/internasional/global/15/12/12/nz8h11377-surat-terbuka-imam-shamsi-ali-menjawab-trump-bagian-i-kebodohan-trump


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar