Kamis, 24 Januari 2013

Menggapai Kekhusyukan dalam Shalat.




Khusyu’ dalam shalat sebenarnya sangat sederhana jika kita mengetahuinya. Ketika shalat kita tidak harus tegang dalam bahasa jawanya mungkin kalian tahu “metenteng”, tidak harus melotot sehingga seakan-akan shalat itu terlihat sangat sulit. Tenang saja,  Allah itu melihat dan mengetahui apa yang kita lakukan. Tidak harus dengan ekspresi tegang, Allah tahu kalau kita benar-benar shalat. Allah berfirman dalam Al-Qur’an:
“Wasta’iinuu bisshobri wassholah wainnahaa lakabiirotun illa ‘alal khoosyi’in”
Artinya: Meminta tolonglah kamu kepada Allah dengan sabar dan shalat, tetapi apakah itu berat? Kecuali orang-orang yang khusyu’.

Dan siapakah orang yang khusyu’ itu? 
“Alladziina yadzunnuuna annahum mulaaqu rabbihim waanahum ilaihi raaji’un”. Yaitu orang yang membayangkan seakan-akan dirinya bertemu dengan Allah, dan ia benar-benar kembali (menyerahkan dirinya) kepada Allah. 

Kita yakin bahwa Allah itu ada, kita yakin bahwa Allah mendengar dan melihat apa yang kita ucapkan dan kita lakukan . Ketika kita merasa yakin itulah dinamakan dengan khusyu’. Dan disaat itu kita benar-benar dapat berbicara dan berinteraksi  dengan Allah. Ketika kita memanggil nama Allah sewaktu takbiratul ikhram “Allahu Akbar”, maka hati kita akan bergetar.

Khusyu memang hanya bisa dicapai dengan kesabaran dan langkah-langkah yang tepat.
Berikut adalah tips untuk mencapai kekhusyukan dalam ibadah shalat:

1. Hanya ingat Allah SWT

Terkadang ada saja godaan untuk menuju kekhusyukan pada saat ingin shalat. Tapi tenang, itu memang kiat-kiat syetan untuk mengacaukan pikiran kita.
Untuk mendapatkan shalat khusyu’ harus diawali dari permulannya. Pada saat ingin shalat, pastikan dahulu ita tidak memiliki hal-hal urgen yang belum kelar, semisal ingin buang hajat, atau meninggalkan kompor masih menyala. Hal-hal kecil itulah yang akan membuayarkan ingatan kita pada Allah SWT.

2. Sadarlah yang kita hadapi

Allah SWT memang tidak terlihat oleh mata kita. Mungkin inilah yang membuat orang sulit mencapai kekhusyukan. Tetapi dengan menyadarkan diri kita bahwa kita sedang berhadapan dengan yang Khalik, pikiran-pikiran remeh itu akan segera hilang.

3. Pahami bacaan shalat

Dengan memahami arti setiap bacaan shalat, insyaAllah SWT kita tidak akan punya waktu untuk memikirkan hal lain selain yang kita baca. Orang seringkali tidak khusyu’ karena mereka benar-benar tidak paham apa yang sedang diucapkannya.

4. Anggap shalat yang kita kerjakan adalah shalat terakhir

Dengan berpikiran seperti itu, maka akan mudah bagi seseorang untuk mencapai kekhusyukan. Ketakutan akan kematian lah yang seringkali membuat orang takut berbuat dosa, demikian halnya dengan shalat.

5. Kembali focus

Ada saja hal yang akan membuat kita teringat hal lain saat sedang shalat. Hal itu manusiawi saja, tetapi jika mengalami hal yang demikian segera kembalikan pikiran anda untuk segera berkonsentrasi kembali.

6. Tepat waktu

Shalat yang dikerjakan tepat waktu akan membuat kita mengerjakannya dengan tenang dan tidak terburu-buru.

Disamping hal-hal tersebut di atas, ternyata akhlak yang baik juga berhubungan erat dengan kekhusyukan orang manjalankan ibadah shalat. Orang yang berakhlak baik akan mudah mendapatkan khusyu dibandingkan dengan yang tidak. Hal ini karena kebaikan akhlak seseorang mencerminkan pribadi yang taat dan takut kepada Allah SWT, maka bukan hanya dalam pernuatan sehari-hari saja, dalam shalatpun orang ini akan selalu merasa Allah SWT sedang mengawasi setiap gerak geriknya sehingga dia akan selalu berusaha untuk khusyu’ dalam shalatnya.

Mari kita latih untuk dapat shalat dengan khusyu’ mulai dari sekarang.
JANGAN DITUNDA-TUNDA. KARENA KITA TIDAK TAHU APAKAH KITA MASIH HIDUP SAMPAI ESOK HARI. WALLAHU A’LAM BISSHOWAB.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar