Jumat, 15 Januari 2016

BACAAN DZIKIR DI WAKTU PAGI .....



Bab ini memuat bacaan-bacaan dzikir yang disunnahkan dibaca pada pagi hari. Defenisi ”pagi” sebagaimana telah diuraikan di dalam bab pengantar, adalah waktu yang terdapat di antara waktu subuh sehingga terbitnya matahari. Meski dijumpai terdapat perbedaan di kalangan mufassir berkenaan dengan pemahaman tentang apa yang dimaksud dengan waktu ”pagi” ini, akan tetapi tulisan ini kiranya mencukupkan diri dengan mengikuti pemahaman Imam Ibnul Qayyim Rahimahullah demikian.





Kumpulan bacaan dzikir di waktu pagi ini dimuat dalam dua bab terpisah, masing-masing :Bab Bacaan Dzikir di Waktu Pagi.....[1] dan  Bab Bacaan Dzikir di Waktu Pagi.....[2].

Seluruhnya memuat 20 bacaan dzikir pagi. Berikut ini 9 dari 20 bacaan dzikir pagi yang sesuai sunnah Rasulullah Shallallahu ’Alayhi Wasallam.


1.        Dibaca Pagi 1x (satu kali) :

 أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ. رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهُ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهُ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوْءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ

Ash-bahnaa wa ash-bahal mulku lillaah, wal hamdulillaah, laa ilaaha illallåhu wahdahu laa syariikalah, lahul mulku walahul hamdu wahuwa ‘ala kulli syay-in qådiir, råbbi as-aluka khåyrå maa fiy hadzal yaum, wa khåyrå maa ba’dahu, wa a-’uudzubika min syarri maa fiy hadzal yaum, wa syarri maa ba’dahu, råbbi a-’uudzubika minal kasali wa suu-il kibari, rabbi a’uudzubika min ‘adzaabin finn naar, wa ‘adzaabin fil qåbri.


”Kami telah memasuki waktu pagi dan kerajaan hanya milik Allah, dan segala puji bagi Allah. Tidak ada ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) kecuali Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya kerajaan dan bagiNya pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Wahai Råbb, aku memohon kepada-Mu kebaikan di hari ini dan kebaikan sesudahnya, dan aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan hari ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Rabb, aku berlindung kepada-Mu dari sifat malas dan kejelekan di hari tua. Wahai Rabb, aku berlindung kepadaMu dari siksaan di neraka dan siksaan di kubur.”


Keterangan : Bacaan dzikir ini shahih antara lain ditemukan dalam HR. Abu Dawud no. 5071, HR. Muslim IV/2088 no. 2723, dan HR. at-Tirmidzi 3390. Dari Abdullah Ibnu Mas’ud Rodhiallohu ‘anhu.

2.      Dibaca Pagi 1x (satu kali) :

  اَللَّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا، وَبِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوْتُ وَإِلَيْكَ النُّشُوْرُ

Allåhumma bika ash-bahna, wa bika amsaynaa, wa bika nahyaa, wabika namuut, wa ilaykann nusyuur.


“Ya Allah, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu sore. Dengan rahmat dan kehendak-Mu kami hidup dan dengan rahmat dan kehendak-Mu kami mati. Dan kepada-Mu kebangkitan (bagi semua makhluk).”


Keterangan : Dzikir ini bersumber dari hadits riwayat Al-Bukhari dalam al-Adabul Mufradno.1199, lafazh ini ada­lah lafazh al-Bukhari, at-Tirmidzi no. 3391, Abu Dawud no. 5068, Ahmad 11/354, Ibnu Majah no. 3868, Shahiih al-Adabil Mufrad no. 911, shahih. Lihat pulaSilsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah no. 262.


3.      Dibaca Pagi 1x (satu kali) :

أَصْبَحْنَا عَلَى فِطْرَةِ اْلإِسْلاَمِ وَعَلَى كَلِمَةِ اْلإِخْلاَصِ، وَعَلَى دِيْنِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَعَلَى مِلَّةِ أَبِيْنَا إِبْرَاهِيْمَ، حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ


ash-bahnaa ‘ala fithråtil islaam, wa ‘ala kalimatil ikhlaash, wa ‘ala diiniy nabiyyina muhammadin shållallåhu ‘alayhi wa sallam, wa ‘ala millati abiina ibråhiima haniifan muslimaa, wa maa kaana minal musyrikiin.


”Di waktu pagi kami berada diatas fithrah agama Islam, dan diatas kalimat ikhlas, dan diatas agama Nabi kami, Muhammad shållallåhu ‘alayhi wa sallam, dan agama ayah kami Ibrahim, yang berdiri di atas jalan yang lurus, muslim dan tidak tergolong orang-orang yang musyrik.”


Keterangan: HR. Ahmad III/406, 407, V/123, ad-Darimi II/292 dan Ibnus Sunni dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah no. 34, dari Abdurrahman bin Abi Abza. Lihat Misykaatul Mashaabiih no. 2415, Shahiih al-Jaami'ish Shaghiir no. 4674, shahih

4.     Ayat Kursi Dibaca Pagi 1x (satu kali) :


اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ، لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ، لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ، مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ، يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ، وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاءَ، وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ، وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا، وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ


 Allaahu laa ilaaha illaa huw, al hayyul qayyum, la ta’khudzuhuu sinatuw walaa naum. Lahuu maa fissamaawaati wa maa fil ardh. Man djalladjii yasyfa’u ’indahuu illa bi idjnih. Ya’lamu maa bayna aydiihim wa maa kholfahum. Wa laa yuhiithuuna bi syay-im min ’ilmihii illa bi maa syaa-a. Wasi’a kursiiyyuhussamaawaati wal ardh. Walaa ya-uuduhuu hifzhuhumaa. Wa huwal’aliiyul ’azhiim. 


”Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk. Allah tidak ada Ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) melainkan Dia. Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa-apa yang ada di langit dan apa-apa yang ada di bumi. Siapakah yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Dan Kursi Allah meliputi langit dan bumi, dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (Al-Baqarah: 255)


Keterangan : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda : "Barangsiapa yang membaca ayat ini ketika pagi hari, maka ia dilindungi dari (gangguan) jin hingga sore hari.Dan barangsiapa membacanya ketika sore hari, maka ia dilindungi dari (gangguan) jin hingga pagi hari." (HR. Al-Hakim 1/562, Shahiih at-Targhiib wat Tarhiib 1/418 no. 662, shahih).


5.      Dibaca Pagi 1x (satu kali) :

SAYYIDUL ISTIGHFAR

اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ

 Allåhumma anta råbbiy, laa ilaaha illa anta, khålaqtaniy wa ana ‘abduka, wa ana ‘ala ‘ahdika, wa wa’dika, mas tathå’tu, a’uudzubika min syarri maa shåna’tu, abuu-u laka wa ni’matika ‘alayya, wa abuu-u bidzanbiy, faghfirliy, fa innahu laa yaghfirudz dzunuuba illa anta.


“Ya Allah! Engkau adalah Rabbku, tidak ada ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) kecuali Engkau. Engkaulah yang menciptakan aku dan aku adalah hambaMu. Aku akan setia pada perjanjianku denganMu semampuku. Aku berlindung kepadaMu dari kejelekan apa yang aku perbuat. Aku mengakui nikmatMu (yang Engkau berikan) kepadaku dan aku mengakui dosaku, oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau.”


Keterangan : "Barangsiapa membacanya dengan yakin di waktu pagi lalu ia meninggal sebelum masuk waktu sore, maka ia ter­masuk ahli Surga. Dan barangsiapa membacanya dengan yakin di waktu sore lalu ia meninggal sebelum masuk waktu pagi, maka ia termasuk ahli Surga." (HR. Al-Bukhari no. 6306, 6323, Ahmad IV/122-125, an-Nasa-i VIII/279-280) dari Syaddad bin Aus R.A.


6.     Dibaca Pagi 3x (tiga kali) :

رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا، وَبِاْلإِسْلاَمِ دِيْنًا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا

Rådhitu bilaahi råbba, wa bil islaami diinaa, wa bi muhammadin shållallåhu ‘alayhi wa sallama nabiyya.


“Aku ridho Allah sebagai Rabbku (untukku dan orang lain), Islam sebagai agamaku, dan Muhammad Shallallahu ’alaihi wa Sallam sebagai nabiku (yang diutus oleh Allah).”


Keterangan : "Barangsiapa membacanya sebanyak tiga kali ketika pagi dan sore, maka Allah memberikan keridhaan-Nya kepada­nya pada hari Kiamat." HR. Ahmad IV/337, Abu Dawud no. 5072, at-Tirmidzi no. 3389, Ibnu Majah no. 3870, an-Nasa-i dalam 'Amalul Yaum wal Lailah no. 4 dan Ibnus Sunni no. 68, Shahiih at-Targhiib wat Tarhiib 1/415 no. 657, dishahihkan oleh Imam al-Hakim dalam al-Mustadrak 1/518 dan disetujui oleh Imam adz-Dzahabi, hasan. Lihat juga Shahiih al-Waabilish Shayyib hal. 170, Zaadul Ma'aad II/372, Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah no. 2686.

7.      Dibaca Pagi 3x (tiga kali) :


اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَدَنِيْ، اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ سَمْعِيْ، اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَصَرِيْ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ. اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالْفَقْرِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ


Allåhumma ‘aafiniy fiy badaniy, Allåhumma ‘aafiniy fiy sam’iy, Allåhumma ‘aafiniy fiy bashåriy. Laa ilaaha illa anta. Allåhumma inniy a’uudzubika minal kufri wal faqri, wa a-’uudzubika min ‘adzaabil qåbri, laa ilaaha illaa anta.


“Ya Allah! Selamatkan tubuhku (dari penyakit, dari maksiat, atau dari apa-apa yang tidak aku inginkan). Ya Allah, selamatkan pendengaranku (dari penyakit, dari maksiat, atau dari apa-apa yang tidak aku inginkan). Ya Allah, selamatkan penglihatanku (dari penyakit, dari maksiat, atau dari apa-apa yang tidak aku inginkan). Tidak ada ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) kecuali Engkau. Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran. Dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur. Tidak ada ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) kecuali Engkau.”


Keterangan : HR. Al-Bukhari dalam al-Adabul Mufrad no. 701, Abu Dawud no. 5090, Ahmad V/42, hasan. Lihat Shahiih al-Adabil Mufrad no.539.

8.      Dibaca Pagi 3x (tiga kali) :


بِسْمِ اللهِ لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي اْلأَرْضِ وَلاَ فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ


Bismilaahilladziy, laa yadhurru ma ‘asmihi syay’un fil ardhi wa laa fis samaa wahuwas samii’ul ‘aliim


“Dengan menyebut nama Allah, yang dengan nama-Nya, tidak ada sesuatupun yang membahayakan, baik di bumi maupun di langit. Dia-lah Yang Mahamendengar dan Mahamengetahui.”


Keterangan : "Barangsiapa membacanya sebanyak tiga kali ketika pagi dan sore hari, maka tidak ada sesuatu pun yang mem­bahayakan dirinya." HR. At-Tirmidzi no. 3388, Abu Dawud no. 5088, Ahmad no. 446 dan 474, Tahqiq Ahmad Syakir dan Ibnu Majah no. 3869. Dari Usman bin ‘Affan R.A. lihat Shahiih Ibni Majah no. 3120, al-Hakim 1/514, Shahiih al-Adabil Mufrad no. 513, Shahiih at-Targhiib wat Tarhiib 1/413 no. 655, sanad-nya shahih.


9.     Dibaca Pagi 1x (satu kali) :
   
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِيْنِيْ وَدُنْيَايَ وَأَهْلِيْ وَمَالِيْ اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِى وَآمِنْ رَوْعَاتِى. اَللَّهُمَّ احْفَظْنِيْ مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِيْ، وَعَنْ يَمِيْنِيْ وَعَنْ شِمَالِيْ، وَمِنْ فَوْقِيْ، وَأَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِيْ


Allåhumma inni as-alukal ‘afwaa wal ‘aafiyah, fid-dunya wal aakhiråh, allåhumma inniy as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyah, fi diinii wa dunyaayaa wa ahliy wa maaliy. Allahummastur ‘awraatiy, wa aamin råw-’aatiy. Allåhummah fazhniy min bayni yadayya, wa min khålfiy, wa ‘an yamiiniy wa ‘an syimaaliy wa min fawqiy, wa a-’uudzubika bi ‘azhåmatika an-ughtaala min tahtiy.


”Ya Allah! Sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan dalam agamaku, duniaku, ke-luargaku dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aibku dan segala sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tenteramkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah! Peli-haralah aku dari depanku, dari belakangku, dari ka-nanku, dari kiriku, dan dari atasku. Dan aku berlindung dengan kebesaranMu, agar aku tidak disambar dari bawahku (aku berlindung dari jatuh atau dibenamkan ke dalam bumi).”


Keterangan : HR. Al-Bukhari dalam al-Adabul Mufrad no.1200, Abu Dawud no. 5074, Ibnu Majah no. 3871, an-Nasai VIII/282, al-Hakim 1/517-518, dari Ibnu Umar Radhiallahu ‘anhu. Lihat Shahiih al-Adabul Mufrad no. 912, shahih.





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar