Selasa, 12 Januari 2016

Delapan Konflik yang Bisa Memicu Perang Dunia III


Perang Dunia I sebenarnya adalah perang Antar-negara Eropa

Perang Dunia I sebenarnya adalah perang Antar-negara Eropa
Kondisi keamanan dunia tak juga stabil. Beragam persoalan di Timur Tengah, Ukraina Timur, hingga Laut Cina Selatan berpotensi menyulut perang yang sewaktu-waktu bisa terjadi.

Perang melibatkan kekuatan besar, seperti Rusia, Cina, dan Amerika Serikat. Di Timur Tengah, seperti di Suriah, negara-negara besar seakan ingin menunjukkan kekuatannya.

Pesawat tempur dari berbagai negara terlibat operasi melawan kelompok ISIS meski memiliki tujuan berbeda. Satu pihak ingin tetap mempertahankan Presiden Bashar al-Assad, tapi di sisi lain ingin menjatuhkannya.

Berikut sejumlah konflik yang bisa menyulut perang dunia. Kesimpulan diambil dari ahli diplomasi dari Universitas Kentucky Robert Faley serta pendapat lain. 

Delapan Konflik yang Bisa Memicu Perang Dunia III
Perang Dunia I sebenarnya adalah perang Antar-negara Eropa

Warga Suriah berjalan di antara puing-puing bangunan setelah serangan udara dari pasukan rezim

1.  Perang Suriah

Perang Suriah yang berlangsung sejak pecahnya Revolusi Musim Semi Arab telah menewaskan lebih dari 250 ribu orang. Perang di Suriah terbilang sangat rumit karena melibatkan banyak pihak.

Negara Barat dan kawasan Arab, seperti Saudi dan Qatar, secara tegas menolak kepemimpinan Presiden Bashar al-Assad. Begitu pula Pemerintah Turki yang menganggap masa depan Assad di negara itu sudah habis. 

Saudi ataupun Turki secara terang-terangan memberikan bantuan kepada oposisi, termasuk dukungan finansial. Adapun negara Barat, seperti Amerika Serikat, memberi bantuan senjata dan pelatihan.

Dukungan tersebut tidak hanya ditujukan untuk melawan rezim Assad, tapi juga pemberontak ISIS yang dianggap meresahkan dunia.

Sebaliknya, rezim Assad juga mendapat dukungan dari luar. Tak hanya dari Iran atau kelompok bersenjata Hizbullah, tapi juga dari negara besar Rusia yang telah lama menjadi sekutu dekat Assad. Rusia sampai sejauh ini mengaku hanya melancarkan operasi serangan udara. Namun, situasi bisa sangat berubah jika Moskow mengirimkan pasukan daratnya.

"Perang antara kekuatan luar di wilayah Suriah akan secara cepat menyeret negara lain, seperti Turki, Iran, dan Saudi ke dalam konflik. Begitu pula dengan negara lain di penjuru dunia," ujar Robert Faley. 
2

Perang Dunia I sebenarnya adalah perang Antar-negara Eropa
Kapal keruk Cina terlihat di perairan sekitar Karang Mischief di Kepulauan Spartly, Laut Cina Selatan. Cina diduga sedang membangun landasan udara ketiga.
Ketegangan Laut Cina Selatan

Kawasan Laut Cina Selatan telah menjadi perebutan antara Cina dan negara-negara di kawasan Asia Tenggara, seperti Vietnam ataupun Filipina. Cina bahkan telah melakukan reklamasi besar-besaran di Kepulauan Spratly yang mendapat protes keras dari Filipina.

Filipina tidak sendiri. Manila menggandeng sekutu dekatnya, Amerika Serikat, dan negara lain yang menjadi seteru Cina, yakni Jepang.
Baru-baru ini, AS mengirimkan kapal tempur untuk berpatroli di dekat wilayah yang diklaim Cina tersebut. Hal itu memicu protes keras dari Beijing. Cina mengingatkan AS dan Jepang agar tidak turut campur dalam persoalan di Laut Cina Selatan.   

Perang Dunia I sebenarnya adalah perang Antar-negara Eropa
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bersama Presiden Rusia Vladimir Putin.

3. Ketegangan Turki-Rusia 

Hubungan Turki-Rusia memburuk setelah Ankara menembak jatuh pesawat tempur Moskow. Hal itu mendapat protes keras dari Presiden Rusia Vladimir Putin.

Rusia langsung mengirimkan sistem misil canggih SU-24 ke Suriah untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Moskow juga menjatuhkan sejumlah sanksi ekonomi ke Ankara.

Hingga kini, Turki tidak mau meminta maaf kepada Rusia. Sebaliknya, Turki meminta bantuan dari Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Konflik antara Turki dan Rusia sangat mungkin menjadi perang dunia jika keduanya benar-benar terlibat pertempuran langsung. Perseteruan itu akan menyeret NATO dan negara-negara Arab.  


Perang Dunia I sebenarnya adalah perang Antar-negara Eropa
Pulau Minamikojima (depan), Kitakojima (kanan tengah) dan Uotsuri (belakang) yang terletak di Laut Cina Timur, di Jepang disebut pulau Senkaku sedangkan di Cina Diaoyu.

4. Ketegangan Asia Timur

Sengketa lama di Laut Cina Timur antara Jepang dan Cina juga berpotensi menyulut perang dunia. Selama ini Cina dan Jepang memperebutkan Kepulauan Diaoyu/Senkaku.

Kedua negara menempatkan kekuatan militer masing-masing di dekat kawasan tersebut. Aksi manuver militer antarkedua negara kerap tak terhindarkan. Jika perang di antara keduanya pecah, konflik mau tidak mau akan menyeret Amerika Serikat yang merupakan sekutu dekat Jepang.

Perang Dunia I sebenarnya adalah perang Antar-negara Eropa
India dan Pakistan

5. Konflik India dan Pakistan

Hubungan yang canggung antara India dan Pakistan dapat memburuk kapan pun. India berkali-kali menuding Pakistan terlibat mendukung aksi teror di negaranya, seperti pengeboman di Mumbai pada 2008.
Jika peristiwa Mumbai terulang, New Delhi yang memiliki kedekatan dengan AS sangat mungkin mengobarkan perang.
Menurut Robert Faley, jika Pakistan kalah, bisa jadi mereka akan menggunakan senjata nuklirnya, dan ini akan menjadi mimpi buruk buat dunia. 

Perang Dunia I sebenarnya adalah perang Antar-negara Eropa
Milisi Pro-Rusia di Donetsk, Ukraina Timur

6. Ukraina Timur

Konflik di Ukraina Timur merupakan perebutan pengaruh antara Eropa dan Rusia. Rusia kehilangan sekutu dekatnya setelah Presiden Victor Yanukovich digulingkan oposisi pro-Barat. Rusia tidak tinggal diam dan memanasi suhu di timur Ukraina yang memiliki kedekatan dengan Moskow.

Rusia telah mencaplok Krimea, dan saat ini wilayah-wilayah di timur Ukraina lain juga menuntut kemerdekaan dari Kiev. Eropa dan AS tidak tinggal diam atas aksi militer Rusia di wilayah timur Ukraina. Barat menjatuhkan sejumlah sanksi ekonomi ke Rusia. Namun, Moskow bergeming.  

Perang Dunia I sebenarnya adalah perang Antar-negara Eropa
Ilustrasi Saudi vs Iran.

7. Konflik Saudi-Iran

Hubungan Saudi dan Iran memanas dalam beberapa waktu terakhir setelah Riyadh mengeksekusi ulama Syiah Nimr al-Nimr. Pendukung Nimr merusak kedutaan Saudi di Teheran.

Saudi membalas langsung dengan memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran. Sekutu Saudi, seperti Bahrain dan Sudan, juga melakukan langkah yang sama.

Konflik antara Saudi dan Iran tidak dapat diremehkan. Keduanya merupakan poros dua paham berbeda, yakni Wahabi-Suni dan Syiah. Pertempuran keduanya bisa menyeret peperangan sektarian di banyak negara. 

Tak hanya itu, konflik akan menjadi lebih besar jika sekutu Saudi, seperti AS dan Turki, terlibat langsung. Pertarungan bisa menyeret Rusia yang dikenal dekat dengan Iran. 


Perang Dunia I sebenarnya adalah perang Antar-negara Eropa
Demonstran Palestina melemparkan batu ke pasukan Israel selama bentrokan di Yerusalem al-Aqsa, di kota Tepi Barat yang diduduki Hebron 29 September 2015.

8. Ketegangan Palestina-Israel

Situasi di wilayah pendudukan Israel hingga kini masih memanas. Kondisi memburuk setelah aparat Zionis tak juga menghentikan aksi provokasinya, termasuk melecehkan Masjid Suci al-Aqsa.

Perang Dunia sangat mungkin terjadi jika Israel benar-benar mengambil alih al-Aqsa yang merupakan kiblat pertama umat Islam. Bagi negara-negara Muslim, al-Aqsa merupakan garis merah yang tak bisa diganggu gugat.
Hingga kini, Israel masih mengikuti keputusan status quo. Umat Yahudi boleh berkunjung ke kompleks al-Aqsa, tapi tak boleh beribadah. Hanya umat Islam yang boleh beribadah di situs suci itu.


 http://internasional.republika.co.id/berita/internasional/global/16/01/13/o0vfx0377-delapan-konflik-yang-bisa-memicu-perang-dunia-iii-part8


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar