Senin, 11 Januari 2016

FRANSOA SUPERSTAR / KALAU SAYA KAYA / ORIGINAL VIDEO CLIP





Banyak orang berlomba-lomba dan bersaing bekerja keras untuk menjadi kaya raya. Jika bersaing dalam konteks positif, masih mendinglah. Namun, kenyataannya, banyak yang bersaing dengan menghalalkan berbagai cara hingga negatif. Main dukun, mencari muka kepada atasan, berbohong. Bahkan, hubungan keluarga menjadi rusak hanya karena memperebutkan harta warisan agar menjadi kaya.
Khususnya di Indonesia, lebih parah lagi. Orang berlomba-lomba menjadi kaya raya dengan korupsi. Bahkan, ada yang bilang korupsi di Indonesia telah menjadi budaya yang sulit dihilangkan. Untuk yang terakhir disebut ini, Anda boleh tak sependapat.
Memang menjadi kaya adalah hak setiap orang. Begitu juga menjadi miskin, serta sederhana. Semua itu adalah pilihan yang ada di tangan Anda. Namun, sekadar mengingatkan mengapa orang berlomba-lomba ingin menjadi kaya, padahal kaya itu tidaklah enak atau tidak seenak kelihatannya?
Agar Anda percaya kalau menjadi orang kaya raya itu nggak enak, kami punya, setidaknya, beberapa alasan. Alasan-alasan ini juga diungkapkan oleh Fransoa dalam lagu yang berjudul 'Kalau Saya Kaya'.

Berikut alasan-alasannya:


1. Mobil Mewah

Ini Alasan Kenapa Jadi Orang Kaya Raya Itu Nggak Enak
Jika Anda kaya raya, tentu Anda ingin memiliki mobil mewah. Mobil baru yang memiliki tercepat dengan jok terbuat dari kulit. Keren deh! Namun, jika Anda memiliki mobil super mahal, berapa uang yang Anda keluarkan untuk membayar bensinnya? Apalagi, saat ini, mobil mewah dilarang menggunakan premium.
Sebagai contoh, jika Anda membeli Roll Royce Phantom Drophead Coupe. Mobil itu menggunakan konsumsi bahan bakar 5,9 km/liter. Taruhlah Anda memerlukan 30km/hari untuk menggunakan mobil tersebut, maka Anda harus   mengeluarkan 30 liter x Rp 10.550 (Pertamax Plus) = Rp 316.500/hari untuk bensin.
Itu jarak minimal loh, belum lagi ditambah macetnya Jakarta sehingga penggunaan konsumsi bahan bakar lebih pasti lebih banyak lagi. Dan, kalau Anda jadi orang kaya, nggak mungkin kan isi bensin pas-pasan. Jadi setidaknya setiap bulan Anda akan membeli bensin Rp316.500 x 20 hari kerja = Rp6.330.000. Ya, hitung-hitung sekitar Rp10 juta/bulan khusus untuk bensin. Belum perawatannya.
Apa cukup sampai situ? Belumlah. Hal yang paling bikin pusing adalah saat berada di jalan di kemacetan Jakarta dengan motor yang berseliweran, menyalip dari kanan-kiri. Apa yang terjadi jika mobil mewah Anda kena gores, lecet, dan lain-lain.
Aduh! Mobil yang Anda beli milyaran kena gores/lecet sama motor? Mau nuntun ganti rugi? Bahkan, kalau motornya itu dikasih ke Anda pun, tidak bisa mengganti biaya ganti rugi mobil mewah Anda yang tergores.
Kan, ada asuransi? Oke, ada asuransi. Lalu, Anda akan masukan mobil Anda ke bengekel untuk menghilangkan goresan pada mobil mewah Anda. Dan begtu terus karena kejadian kena gores oleh pengendara motor tak akan terjadi hanya sesekali saja. Anda harus rela berkali-kali ke bengkel. Lagi, dan lagi, Anda harus memasukan mobil mewah Anda ke bengkel setiap kali kena gores. Kapan naik mobil mewahnya?
Jadi percuma saja, punya mobil mewah tetapi lebih banyak berada di bengkel daripada dipakai sehari-hari? Masih mau jadi orang kaya raya naik mobil mewah di Jakarta?


2. Rumah Gedong

Ini Alasan Kenapa Jadi Orang Kaya Raya Itu Nggak Enak
Jika Anda orang kaya, maka Anda akan beli rumah yang besar. Rumah gedongan. Dengan kamar yang banyak, dengan halaman yang luas beserta rumput-rumputan yang harus dirawat, serta memiliki perabotan, lantai marmer, dan lain-lain yang serba mahal. Sepertinya enak? Tunggu dulu. Berapa uang yang akan Anda keluarkan setiap bulannya untuk perawatan rumah dan bayar listrik, serta air, dan lainnya.
Untuk listrik, rumah gedong Anda akan menggunakan daya 3.500 - 5.500VA dengan biaya Rp1.547,94/kWh. Berapa kira-kira Anda akan membayar tagihan listrik dengan rumah gedong yang berisi banyak kamar dilengkapi AC, tv besar, kulkas besar, dan lain-lain.
Dari rata-rata penggunaan listrik dengan daya 2.200 VA, setiap bulannya membayar sekitar Rp1/bulan. Jika Anda orang kaya, tentu rumah 10 kali rumah standar. Anggaplah, rumah gedong = 10 sederhana (2,200VA). Jadi, minimal Anda membayar Rp10 juta/bulannya. Itu minimal ya. Belum lagi, namanya orang kaya raya, biasanya akan mengudang banyak tamu, baik dari saudara maupun rekan sejawat. Bisa-bisa penggunaan listrik akan terus-menerus.
Lalu, biaya pembantu? rumah gedong, minimal punya dua pembantu. Supir? Bisa supir pribadi dan juga supir untuk keluarga, minimal dua supir. Belum lagi satpam. Minimal dua satpam yang bekerja siang-malam. Tukang kebun? Anggaplah satu saja. Jadi minimal Anda memperkerjakan 7 orang di rumah.
Lantas, uang yang Anda keluarkan untuk bayar pekerja di rumah Anda saja, Rp2,7 (UMR Jakarta) x 7 orang = Rp18,9 juta/bulan. Belum lagi bayar iuran-iuran bulanan, seperti iuran RT, sampah, keamanan komplek, dan lain-lain. Ya, taruhlah habis-habis minimal Rp 20 juta/bulan. Jadi pengeluaran untuk rumah besar Anda minimal Rp 30 juta/bulan. Ingat ini minimal, ya.
Sudah itu saja? Bagaimana dengan kekhawatiran rumah gedong yang diincar maling. Tentu Anda tahu, maling nggak mungkin mau mencuri di rumah-rumah miskin? Ya, paling yang didapat sinkong rebus.
Kalau di rumah Anda yang gedong, sepertinya maling akan senang. Sekali mencuri, akan dapat banyak. Tunggu dulu. Itu kalau hanya harta yang diambil. Kalau maling dengan kekerasan? Maling yang suka mencederai korbannya? Betapa sia-sianya uang Anda yang berlimpah apabila keluarga yang Anda cintai terluka? Masih mau jadi orang kaya raya?

3. Gaya Hidup Orang Kaya

Ini Alasan Kenapa Jadi Orang Kaya Raya Itu Nggak Enak
Sebagai orang kaya, tentu Anda punya hobi yang mahal-mahal seperti golf, liburan ke luar negeri, penggunaan kartu kredit, dan lain. Kemudian, biaya anak sekolah di sekolah mahal dong. Biaya istri ke salon. Ke salon mahal, dong. Biaya istri belanja, beli barang-barang mahal, dong. Keluarga, saudara, dan keponakan yang meminta dibelikan ini-itu. Kan Anda orang kaya raya. Jadi wajar, dong kalau mereka, mintanya ke Anda.
Berapa kira-kira Anda mau keluarkan untuk Biaya Gaya Hidup ini? Rp100, Rp200, atau Rp500 juta? Bayar pajak, dan lain-lain? Oke, anggaplah Anda minimal mengeluarkan biaya Rp 100/bulan. Jadi setiap bulannya, Anda minimal mengeluarkan uang sekitar Rp150-200/bulan. Berati Anda harus berpenghasilam minimal Rp1milyar/bulan.
Kerja keras Anda, sebagian besarnya harus Anda keluarkan lagi setiap bulannya. Mau?


4. Bukti Kalau Kaya itu Nggak Enak

Masih belum percaya kalau menjadi orang kaya enggak enak? Nih, kami punya contoh nyata dan dideskripsikan secara jenaka oleh Fransoa lewat lagunya 'Kalau Saya Kaya'.


 http://www.sooperboy.com/sooper-hot/ini-alasan-kenapa-jadi-orang-kaya-itu-nggak-enak-150702e/mobil-mewah.html




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar