Sabtu, 01 Mei 2010

Komitmen muslim sejati….


Di dalam islam ibadah merupakan puncak ketundukan dan pengakuan atas keagungan Allah. Ibadah merupakan tangga penghubung antara Al-Khaliq dengan makhlukNya. Ibadah yang kita lakukan haruslah dihadirkan hanya untuk Allah karena kita adalah hamba yang harus selalu menghambakan diri kepada Allah .


Agar saya menjadi Muslim sejati, maka ibadah saya maka harus :


Menjadikan ibadah saya hidup dan bersambung dengan Allah

Menjadikan ibadah saya khusyu’

Beribadah dengan hati yang penuh kesadaran dan menjauhkan pikiran tentang kesibukan dunia dan problematika yang ada di sekitarnya

Tidak pernah merasa puas dan kenyang dalam beribadah

Memelihara qiyamullail dan melatih diri agar terbiasa melakukannya
(Q.S. Al-Muzzammil : 6, Adz-Dzariyat 17-18, As-Sajadah : 16)

Mempunyai waktu khusus untuk mengkaji dan merenungkan Al-Qur’an terutama di waktu subuh (Al-Isra’ : 78, Al-Hasyr : 21)

Menjadikan do’a sebagai mi’roj kepada Allah dalam setiap urusan


Agar saya menjadi Muslim sejati, maka Akhlak Saya harus :

Akhlak mulia adalah tujuan asasi dari risalah islamiyyah. Akhlak mulia harus dibuktikan dengan perbuatan dan merupakan buah dari iman. Akhlak yang mulia terlahir dari ibadah. Di antara sifat-sifat penting yang harus dimiliki seseorang agar dapat mengislamkan akhlaknya adalah :

Bersikap wara’ dari segala hal yang syubhat
Menundukkan pandangan (Q.S. An-Nur : 30)
Menjaga lidah
Rasa malu
5Lemah lembut dan sabar
(Q.S Asy-Syura : 43, Al-Hijr : 85, As-Shad : 10, An-Nur 22, Al-Furqon : 63)
Jujur
Tawadhu’
Menjauhi prasangka, ghibah, dan mencari-cari aib orang islam
Murah hati dan dermawan
Qudwah hasanah


Agar saya menjadi Muslim sejati, maka Rumah Tangga Dan Keluarga Saya harus :

Tidak cukup menjadi muslim sendirian, tanpa perdulu terhadap orang sekitar. Karena di antara ajaran islam, yang ingin ditanamkan pada jiwa manusia adalah sikap perduli, berda’wah, menasihati dan ghiroh terhadap orang lain. Untuk membentuk rumah tangga yang islami mamak hal yang perlu dilakukan antara lain :

Pernikahan yang saya lakukan harus karena Allah (Q.S. Ali-Imran : 34)

Hendaknya tujuan pernikahan adalah untuk menjaga pandangan , memelihara kemaluan, dan bertakwa kepada Allah

Saya harus pandai-pandai memilih pasangan

Saya harus memilih pasangan yang memiliki akhlak dan din yang baik

Saya tidak boleh menyalahi perintah Allah dalam masalah ini dan saya harus takut pada murka Allah



Setelah menikah, yang harus saya lakukan adalah :


Saya harus bersikap baik dan hormat kepadanya dalam pergaulan agar tercipta suasana saling percaya

Jangan hendaknya hubungan saya dengannya hanya sebatas hubungan biologis, tapi juga hubungan fikroh, mentalitas serta emosi (Thaha : 132, Maryam : 55)

Tanggung jawab mendidik anak juga harus kita islamkan agar anak memiliki mentalitas dan fikriyah yang kuat sehingga akan membentuk suatu keluarga yang islami.

Saya Harus Mengalahkan Hawa Nafsu

Manusia senantiasa bertarung dengan hawa nafsunya, sampai ia mengalahkannya atau hawa nafsu yang mengalahkannya, atau terus berlangsung sampai maut menjemput.

Tonggak-tonggak kemenangan dalam melawan hawa nafsu :
Hati, selama ia hidup, sadar, bersih, tegar, dan bersinar (Q.S. Al-Anfal : 2, Al-Haj : 47, Muhammad : 24)

Akal, selama ia dapat memandang, memahami, membedakan, dan menyerap ilmu yang dengannya dapat mendekatkan diri dengan Allah (Q.S. Fathir : 28).

Manakala hati manusia mati atau membatu, manakala akalnya padam, semakin banyaklah pintu syetan masuk ke dalam dirinya. (Q.S. Al-Mujadilah : 19), yaitu penyakit was-was yang dapat menghalang-halangi kita di jalan Allah .


Hal-hal yang dapat membentengi diri dari syetan :

Menjauhi kekenyangan dan makan yang kelewat batas
Membaca Al-Qur’an, dzikrullah, dan istighfar
Membuang jauh sifat terburu nafsu dan bersikap tenang terhadap keadaan apapun


Saya Harus Yakin Bahwa Hari Esok Milik Islam

Saya harus yakin bahwa hari esok adalah milik islam dan islam harus menjadi satu-satunya manhaj yang dapat memimpin dan membimbing manusia ke jalan yang benar. Kita juga harus yakin bahwa produk manusia memiliki kekurangan, dan hanya islam yang mampu mengatur seluruh aspek kehidupan sehingga islam harus menjadi agama yang rahmatan lil ‘alamin. Islam merupakan manhaj yang tunggal, integral, mondial, fleksibel, dan robbaniyah sehingga islam akan mampu mengatur kehidupan umat manusia. Keyakinan saya didorong oleh beberapa hal :

Rabbaniyah Manhaj Islam
Manhaj Islam yang bercorak ketuhanan adalah suatu sibghah (konsep agama) yang menjadikannya terdepan dibandingkan dengan seluruh sistem positif produk manusia dan memiliki spesifikasi unik untuk tetap bertahan dan memberikan manfaat di setiap zaman, tempat, dan di kawasan mana pun.

Universalitas manhaj Islam
Merupakan perwujudan warna humanisme, konkretisasi dari warna keterbukaan dan kemampuan untuk memikul tanggungjawab keterbukaan ini. Warna ini menjadikannya meninggalkan sentimen sempit terhadap ras, nasionalisme, gender, atau keturunan.

.Elastisitas Manhaj Islam
Yaitu warna yang memberinya kemampuan untuk menampung segala problema kehidupan yang berubah-ubah, bervariasi, dan bermacam-macam. Warna yang melapangkan tempat untuk berijtihad dalam menyimpulkan hukum-hukum berkenaan dengan masalah-masalah yang tidak ada nashnya, melalui metode qiyas atau mempertimbangkan mashlahah mursalah, istihsan, dan argumen lain yang diakui syara’

Kelengkapan manhaj Islam
Yaitu warna yang membedakannya dari sistem “bumi” serta tatanan-tatanan buatan lainnya yang memiliki tujuan terbatas. Manhaj Islam adalah sistem yang diberikan oleh Al-’Alim dan Al=Khabir, yaitu Allah Yang Mahatahu segala urusan manusia, apa saja yang dibutuhkan manusia, apa saja yang merupakan maslahat manusia, dan sebagainya.

Keterbatasan Sistem-sistem “wadh’iyah” (buatan manusia)
Sistem buatan manusia memiliki banyak keterbatasan dalam tataran aplikatifnya.


http://motivasihidup.student.umm.ac.id/2010/04/19/komitmen-muslim-sejati/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar