Sabtu, 24 Januari 2015

Mengenal Proses Pergantian Kekuasaan Di Arab Saudi



Umat Islam dan dunia berkabung dengan berpulangnya Raja Abdullah bin Abdul Aziz Al Saud ke sisi Allah Ta’ala pada Jum’at (23/01) pagi, setelah dirawat selama 3 pekan lamanya akibat terserang penyakit Pneumonia.

Secara otomatis jabatan Raja Arab Saudi yang ditinggalkan oleh Raja Abdullah kini berpindah kepada putera mahkota Pangeran Salman bin Abdul Aziz Al Saud, yang kini secara resmi telah menjadi Raja baru Arab Saudi.

Dengan sistem kerajaan monarki absolut dimana raja merupakan kepala negara, kepala pemerintahan, dan panglima angkatan bersenjata, Kerajaan Arab Saudi mempunyai mekanisme tersendiri dalam pergantian kekuasaannya.

Bagaimana sistem tersebut? berikut sedikit ulasannya untuk anda:

Menggantikan Raja Fahd bin Abdul Aziz Al Saud yang wafat pada 1 Agustus tahun 2005, Raja Abdullah bin Abdul Aziz Al Saud memimpin Kerajaan Arab Saudi hingga 23 Januari 2015.

Sebagai kerajaan monarki absolut, pewarisan kekuasaan di Kerajaan Arab Saudi diberikan kepada anak yang paling mampu memimpin negara Arab Saudi dan di ambil dari keluarga pendiri Kerajaan Arab Saudi, yaitu Abdul Aziz bin Abdul Rahman Al-Saud.

Pada 20 Oktober 2006 Raja Abdullah bin Abdul Aziz mengamandemen undang-undang pewaris tahta kerajaan dengan membentuk suksesi kerajaan atau yang dengan “Allegiance Council.”
Allegiance Council terdiri atas anak serta cucu raja yang bertugas memilih pengganti raja melalui prosedur pemungutan suara buat menentukan siapa yang dipilih sebagai raja dan putera mahkotanya yang disetujui oleh raja.

Setelah amandemen tersebut maka Raja Arab Saudi tidak memiliki hak penuh dalam memilih putera mahkota buat menggantikannya suatu saat nanti. (Cnnarabic/Ram)

http://www.eramuslim.com/berita/mengenal-proses-pergantian-kekuasaan-di-arab-saudi.htm#.VMPYlSzJRf0

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar