Kamis, 22 Januari 2015

MENGHADAPI HARI TUA


54- Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa. ( Ar Ruum 54)

Ketika rambut telah memutih, langkah telah gontai, penglihatan telah kabur, pendengaran sayup sayup sampai, kulit mulai keriput, kecantikan dan ketampanan wajah telah memudar, berbagai penyakit mulai datang menyapa itulah saat datangnya hari tua. Allah menjadikan manusia dalam keadaan lemah kemudian tumbuh menjadi kuat, gagah, tampan dan cantik. Diantaranya ada yang wafat ketika kanak kanak, ada yang wafat ketika masih muda dan ada yang diwafatkan setelah usia lanjut. Bagi mereka yang diwafatkan ketika usia sudah lanjut akan mengalami kondisi lemah kembali seperti pada masa kanak kanak, bahkan diantaranya ada yang pikun dan kelakuannya sama seperti anak kecil. Itulah keadaan lemah dihari tua. Allah menyatakan hal itu dalam surat yasin ayat 68 :

68- Dan barang siapa yang Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kepada kejadian (nya). Maka apakah mereka tidak memikirkan? (yasin 68)

Waktu terus berlalu, umur terus bertambah rambut mulai memutih, kemampuan ingatan, penglihatan, pendengaranpun mulai berkurang, berbagai penyakitpun mulai kerap menyapa itulah saat datangnya hari tua. Sudahkah kita siap menghadapinya?. Keadaan diatas adalah kondisi yang umum dihadapi oleh orang yang mencapai usia lanjut. Kita tidak pernah tahu kapan ajal datang menjemput kita, mungkin Allah berkenan memanjangkan usia kita hingga mencapai usia lanjut. Jika Allah memanjangkan usia kita sampai usia lanjut bersiaplah menghadapi berbagai kondisi yang harus dialami oleh para manula seperti tersebut diatas.

Pengaturan pola makan

Kemampuan metabolism tubuh untuk memproses makanan yang kita makan tentu tidak sama seperti ketika masih muda. Kita harus mulai mengurangi porsi makanan yang masuk disesuaikan dengan kebutuhan tubuh kita, yang aktifitasnya sudah banyak menurun. Ikutilah pola makan yang dianjurkan Rasulullah, sepertiga makanan, sepertiga air dan sepertiga udara, jangan pernah makan sampai kenyang. Makan kenyang hanya akan membebani lambung dan berbagai organ tubuh seperti ginjal, jantung, pankreas, yang pada akhirnya akan menimbulkan berbagai penyakit seperti diabetes, darah tinggi, penyumbatan pembuluh darah, stroke dan lain lain.

Hindari makanan yang mengandung lemak tinggi, dan rasa yang ekstrim seperti asin, manis, asam, pedas dan gurih. Hindari makanan fast food yang banyak dikonsumsi anak muda dewasa ini, semua makanan itu akan memperberat kerja organ tubuh dan dapat mempercepat proses kerusakan organ tubuh. Untuk mengendalikan selera makan sebaiknya dibantu dengan melakukan puasa sunat hari senen dan kamis sebagaimana yang dianjurkan Rasulullah. Umumnya orang yang mencapai usia lanjut dan tidak mampu mengendalikan selera makan sangat akrab dengan berbagai penyakit denegeratif seperti diabetes, darah tinggi, jantung koroner, asam urat, stroke, gagal ginjal dan lain sebagainya.

Olah raga ringan

Olah raga yang baik untuk orang usia lanjut adalah jalan santai, ada juga yang mengikuti senam pernapasan seperti taichi. Olah raga berat seperti tenis, badminton, sepak bola sebaiknya dihindari, kondisi tubuh yang mulai rapuh tidak mampu melakukan gerakan yang memerlukan kegesitan dan ketangkasan. Gerakan yang membutuhkan kegesitan dan ketangkasan tersebut kadangkala dapat menimbulkan cedera otot dan engsel yang akibatnya dapat menimbulkan cacat fisik seperti pincang, syaraf terjepit, dan lain sebagainya.

Persiapan menghadapi hari tua

Setiap orang percaya bahwa hari tua itu pasti datang, karena mereka banyak melihat orang tua yang mencapai usia lanjut disekeliling mereka dengan berbagai kondisi dan keadaaannya. Ada yang hidup bahagia , dihormati dan berkecukupan dihari tua. Ada pula yang hidupnya melarat, sengsara, terlunta lunta serta dikucilkan dan terhina dihari tuanya. Dengan belajar dari semua itu maka sebagian besar manusia selalu berusaha mempersiapkan perbekalan untuk hidup dihari tua nanti. Deposito, Investasi, Asuransi, pola hidup sehat dan teratur dan lain sebagainya dipersiap-kan dengan sebaik baiknya untyuk menghadapi hari tua yang pasti datang.

Setiap orang percaya bahwa hari tua pasti datang, namun tidak semua orang percaya dan yakin bahwa ada kehidupan sesudah mati, yaitu kehidupan abadi diakhirat kelak. Karena itu tidak semua orang mempersiapkan diri untuk kehidupan akhirat. Sebagian besar manusia hanya merancang hidupnya untuk kehidupan sampai hari tua saja. Untuk apa bekerja keras, menabung, investasi pada berbagai perusahaan, deposito diberbagai bank, membangun rumah yang megah?? Untuk jaminan dihari tua…..jawabnya. Sedikit sekali manusia yang berfikir dan berusaha mempersiapkan diri untuk kehidupan diakhirat kelak. Kehidupan akhirat adalah kehidupan yang tersembunyi, belum ada orang yang pernah melihat dan kembali dari akhirat kedunia dan bercerita tentang kehidupan disana. Ini adalah masalah Iman dan keyakinan.

Fokus pada persiapan kehidupan akhirat

Datangnya hari tua adalah peringatan Allah bagi kita bahwa kehidupan kita didunia ini akan segera berakhir, kita akan segera pindah kepada kehidupan akhirat yang kekal dan abadi. Saat ajal hanya menunggu bilangan tahun, bulan, atau hari saja. Waktu yang kita lalui sudah jauh melampaui setengah umur kita. Kalau saat ini usia kita sudah 50 tahun sangat sulit bagi kita untuk dapat hidup 50 tahun lagi sebagaimana usia yang telah kita lalui. Kalau kita dapat hidup 25 atau 30 tahun lagi sudah termasuk luar biasa. Dewasa ini sedikit sekali orang yang dapat mencapai usia diatas 80 tahun. Rata rata usia kebanyakan orang Indonesia saat ini adalah pada kisaran 60 tahun.

Sebagian umat Islam menjadikan umur Rasulullah sebagai acuan , beliau wafat pada usia sekitar 64 tahun. Jika usia sudah lebih dari umur Rasulullah berarti sudah mendapat bonus usia lebih. Bagi yang sudah mendekati umur Rasulullah , sebaiknya fokuskanlah kegiatan untuk mengumpulkan perbekalan bagi perjalan panjang diakhirat kelak. Allah mengingatkan hal tersebut dalam surat Al Hasyr ayat 18 :

18- Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. ( Al Hasyr 18)

Kita sudah cukup lama hidup malang melintang didunia ini, sekarang tanda datangnya ajal sudah nampak jelas, rambut yang mulai memutih,ingatan, penglihatan, pendengaran, yang mulai berkurang, kulit yang mulai keriput, kecantikan dan ketampanan yang mulai pudar, itulah isyarat datangnya ajal yang diberikan Allah kepada kita. Kalau kita masih fokus mengejar kehidupan dunia yang pasti segera akan kita tinggalkan dan melupakan kehidupan akhirat yang pasti segera datang, maka kita akan termasuk golongan orang yang lalai, rugi dan bodoh. Kelak ketika ajal datang meghampiri semua sudah terlambat, kita dipaksa meninggalkan dunia ini menuju kehidupan akhirat tanpa membawa perbekalan sedikitpun. Masa lalu tidak akan pernah kembali, masa yang akan datang pasti menghampiri. Hidup yang singkat didunia dilalui dengan sia – sia, hidup yang kekal dalam penderitaan selamanya diakhirat siap menghadang. Allah mengingatkan keadaan ini dengan firmannya pada surat At takatsur ayat 1-2:

1- Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, 2- sampai kamu masuk ke dalam kubur.
3- Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu),

Perbanyak amalan sunah

Bagi anda yang sudah mendekati umur Rasulullah , disamping ibadah yang wajib seperti sholat 5 waktu, puasa ramadhan, zakat dan haji, perbanyaklah mengerjakan amalan sunah seperti sholat sunah rawatib 2 rakaat sebelum subuh, 2 rakaat sebelum dan sesudah dhuhur, 2 rakaat sebelum ashar, 2 rakaat sesudah maghrib dan 2 rakaat sebelum dan sesudah isya, sholat tahjud diakhir malam. Perbanyak zikir dan tasbih setiap pagi, petang dan malam hari. Rutin membaca Qur’an setiap hari. Perbanyak infak dan sedekah.

Biasanya pada usia lanjut kehidupan kita akan kembali seperti pada masa kanak kanak. Kita tidak lagi memikirkan kewajiban mencari nafkah, karena sudah ada tunjangan pensiun, tabungan hari tua atau jaminan dari anak2. Bagi yang beruntung terbebas dari kewajiban mencari nafkah dihari tua, merupakan suatu kesempatan yang baik untuk mengisi waktu luang dengan memperbanyak amal ibadah. Bagi mereka yang kurang beruntung hingga sampai hari tua masih harus bekerja keras memenuhi kebutuhan hidup sehari hari, perbanyaklah taubat dan sabar menghadapi hidup yang terasa keras dan kurang bersahabat ini. Berusahalah untuk mengerjakan ibadah sunah semampunya.

Sabar menghadapi cobaan hari tua

Akibat buruk dari pola hidup dan makan yang keliru dimasa muda biasanya akan muncul pada hari tua ini. Berbagai penyakit kerap menyapa, pengetahuan agamapun sangat minim, bahkan banyak diantaranya yang belum bisa membaca Al Qur’an. Sebagian orang tidak memiliki persiapan yang cukup untuk menghadapi hari tua sehingga terpaksa tetap bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari hari, walaupun badan dirasa sudah udzur. Sabarlah menghadapi semua itu. Proses ketuaan dan berkurangnya kemampuan tubuh tidak bisa kita hindari. Makan obat atau suplemen food hanya usaha lahiriah, semua itu pasti akan berakhir dengan datangnya ajal. Firman Allah dalam surat An Nahl ayat 96 :

96- Apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. ( An Nahl 96)

Bersabar menghadapi berbagai penyakit yang datang menyapa, sabar menghadapi perjuangan hidup yang berat , selalu ingat dan bertawakkal pada Allah, itu memiliki nilai ibadah tersendiri, dan Allah pasti akan member balasan yang setimpal bagi orang yang sabar, sebagai mana yang dinyatakan Allah dalam surat An Nahl ayat 96 diatas.

Bagi anda yang masih muda , sehat dan kuat, ingatlah bahwa hari tua pasti datang, persiapkanlah diri untuk menghadapi hari tua itu. Namun jangan lupa ada sesuatu yang lebih dekat dari hari tua , yaitu ajal. Kita tidak pernah tahu kapan ajal mendatangi kita . Ajal bisa datang ketika kita masih kanak kanak, remaja , dewasa atau setelah mencapai usia lanjut kelak. Apa yang diingatkan Allah dalam surat Al Hasyr ayat 18 diatas berlaku bagi semua umur, anak-anak, remaja, dewasa maupun tua. Hidup adalah ketidak pastian, kematian adalah hal yang pasti datang. Tidak seorangpun tahu apa yang akan terjadi besok, tidak seorangpun tahu kapan ajalnya datang. Bersiaplah selalu menghadapi ajal yang pasti datang. Jangan tertipu hanya mengejar kekayaan, kemuliaan, kebanggaan duniawi.

Berbagai kondisi buruk dihari tua

Dalam surat Ar Ruum ayat 54 diatas Allah telah menyebutkan bahwa ia menjadikan manusia dari keadaan lemah, kemudian menjadi kuat, dan akhirnya menjadi lemah kembali sesudah kuat itu. Secara bertahap pada hari tua seluruh organ tubuh kita berangsur-angsur menurun kemampuannya. Satu persatu organ tubuh kita mengalami kerusakan yang terus berlanjut dengan kerusakan demi kerusakan pada organ tubuh yang lainnya. Kerusakan organ tubuh ini tentu saja menimbulkan rasa tidak nyaman bagi kita. Ini adalah kondisi yang tidak bisa kita elakan, betapapun kita rajin merawat dan memelihara tubuh kita. Semakin panjang usia kita semakin lama pula kita merasakan ketidak nyamanan akibat buruk dari tidak berfungsinya organ tubuh kita dengan baik.

Umur panjang adalah karunia yang diberikan Allah kepada kita, agar kita memiliki kesempatan untuk instospeksi diri, merenung kesalahan masa lalu kemudian bertaubat pada-Allah agar Dia mengampuni semua dosa dan kesalahan yang telah kita lakukan pada masa lalu. Berbagai penderitaan, kesakitan, kelemahan yang kita alami dihari tua adalah sarana untuk mensucikan diri kita dari berbagai dosa dan kekeliruan dimasa lalu. Bersabarlah menghadapi kelemahan dan kesulitan dihari tua, bertaubat pada Allah mohon ampun atas berbagai kesalahahan dimasa lalu. Mohon Rahmat-Nya agar diberi kesabaran menghadapi berbagai kesulitan dan kesukaran hari tua, dan dihapuskan semua dosa dan kesalahan dimasa lalu.

Sebagian orang ada yang tidak menyadari kesempatan yang diberikan Allah dengan usia panjang ini, mereka masih sibuk dengan urusan dunia. Panjang angan – angan telah melalaikan mereka dari mempersiapkan diri untuk kehidupan akhirat. Mereka masih sibuk mengembangkan usaha bisnisnya, kesibukan duniawi membuat mereka tidak sempat melakukan instrospeksi diri, mohon ampun dan meningkatkan ibadah pada Allah swt. Diantara mereka ada yang segera sadar ketika penyakit datang menyerang. Namun ada juga yang tidak segera sadar ketika penyakit mendatangi mereka, bahkan mereka mengumpat kesana kemari, mengeluh, menyalahkan berbagai pihak, bahkan mereka juga menyalahkan Allah yang telah mendatangkan penyakit pada mereka. Nau’dzubillahi min dzalika.

Jangan terjebak perbuatan musyrik

Berbagai macam penyakit adalah teman akrab yang selalu mengiringi datangnya hari tua. Atasilah berbagai penyakit yang datang secara syariah, hindari perbuatan musyrik yang menjanjikan kesembuhan secara ajaib bagi penyakit yang kita derita. Iman adalah harta yang paling berharga yang harus kita pertahankan sampai akhir hayat. Berobatlah kedokter, atau tabib yang tidak mengandung perbuatan musyrik. Hindari pengobatan yang mengandung perbuatan musyrik seperti dukun yang menggunakan bantuan jin, benda pusaka, serta ritual yang tidak ada tuntunan dari Rasulullah.

Penyakit yang dihadirkan dalam kehidupan kita adalah ujian keimanan dari Allah. Obat-obatan , dokter atau tabib hanya sarana untuk menyembuhkan, keputusan sembuh atau tidaknya ada pada Allah . Seorang dukun atau paranormal tidak akan mampu menyembuhkan penyakit tanpa izin Allah. Berusaha secara syariah dan bertawakallah pada Allah, hindari perbuatan musyrik dalam mencari kesembuhan. Keputusan sembuh atau tidaknya ada pada Allah, jagalah harta yang paling berharga yaitu Iman dan keyakinan pada Allah serta kehidupan akhirat. Jangan tertipu penyembuhan ajaib yang dijanjikan para dukun dan paranormal yang melakukan pengobatan dengan mencampur yang hak dan bathil.

Kesembuhan bukan tujuan utama, ridho Allah dan kemenangan akhirat itulah tujuan yang harus kita pertahankan. Orang yang sabar mengatasi penyakit yang diderita dan tetap istiqomah dengan cara yang sesuai syariah, jika datang ajalnya insya Allah akan wafat dalam Khusnul Khotimah. Orang yang tidak sabar kemudian berpaling dari Allah dan mencari pengobatan yang bercampur dengan kemusyrikan, maka ia akan wafat dalam su’ul khotimah. Nau’dzubillahi min dzalika.


Oleh : Fadhil ZA


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar