Selasa, 20 Januari 2015

Kedermawanan si Fakir, Menyelamatkannya Dari Penjara

Nama yang tersebut dalam kisah ini bukan nama asli, semacam nama untuk memudahkan orang memahami kisah. Kisah ini nyata, keberadaan nama tidak mengubah alur dan inti kisah.

Berangkatlah Ahmad bersama keluarga untuk melakukan safar. Beliau mengendarai mobil pribadi di parkiran. Pada saat melintasi jalur di tengah padang pasir, tiba-tiba mobilnya macet. Tengok kanan-kiri, jauh dari pemukiman penduduk. Beliau berusaha menghidupkan mesin, namun semua gagal tanpa hasil. Ahmad dan keluarga kebingungan, mereka hanya bisa duduk mengharapkan ada yang bisa membantunya.

Pertolongan Allah tak lama dinanti. Tidak berselang lama, tiba-tiba berhenti sebuah mobil. Turun seorang Hasan untuk menawarkan bantuan. “Apa yang terjadi dengan mobil anda?”

Merekapun berusaha sekali lagi untuk menghidupkan mesin mobil… Merasa putus asa, Hasan hanya bisa menawarkan. “Ini mobil saya, silahkan anda lanjutkan perjalanan anda bersama keluarga, biar saya tunggu mobil anda di sini, sampai anda membawa mobil derek dari kota anda untuk membawa mobilmu.”

“Ini gak masuk akal, kamu bisa duduk di sini sekitar 10 jam.” Timpal Ahmad.

Namun Hasan tetap berusaha meyakinkan, “Tidak masalah, saya sendirian, sedangkan anda bersama keluarga.”

Setelah dirayu, Ahmadpun bersedia membawa mobil Hasan, si pemberani. Setelah mencatat nomer hpnya, Ahmad melaju dengan mobil Hasan bersama keluarganya. Esok harinya, mobil Ahmad masuk bengkel dan beliau mengembalikan mobil Hasan.

Setelah berlalu beberapa hari, Ahmad teringat kenangan bersama Hasan. Spontan beliau telpon Hasan untuk menanyakan kabarnya. Bukan kabar baik yang dia dengar, yang mengangkat telpon istrinya Hasan, “Hasan dipenjara.” Hasan dipenjara karena terjerat utang. Setelah mendapatkan informasi alamat lengkap, Ahmad menuju penjara dengan membawa 100 ribu real (sekitar 270 juta). Tanpa pikir panjang, uang itu langsung diserahkan ke penanggung jawab penjara. “Ini untuk melunasi utang Hasan, segera lepaskan dia.” Pinta Ahmad.

“Siapa Anda?” tanya pak sipir.

“Tidak perlu anda tahu namaku.” Ahmadpun pergi.

Berselang 20 hari, Ahmad menghubungi nomor Hasan. Ternyata yang mengangkat istrinya: “Dia masih di penjara.”

Bergegas Ahmad menuju penjara dan menanyakan apa sebab Hasan tidak dilepaskan. “Utang Hasan 3 juta real, bukan seratus ribu.”
Sebelum Ahmad sempat komentar, sang sipir menimpali ucapannya,


“Saya bingung dengan keadaan anda dan teman anda. Dua orang yang saya anggap sangat aneh. Anda datang dengan memberikan 100 ribu real tanpa menyebutkan nama anda. Sementara teman anda yang dipenjara bersikap sangat aneh. Setelah kuserahkan 100 ribu itu, dia bilang: ‘Uang 100 ribu ini tidak bisa membebaskan aku. Tolong berikan kepada teman-temanku lainnya yang dipenjara karena utang 5 ribu atau 10 ribu real.’ karena kebaikan si Hasan, ada 12 orang yang dibebaskan.”

“Tidak masalah, semua baik insyaaAllah.” Tukas Ahmad sebelum pulang.

Setelah menghilang sebulan, Ahmad berhasil mengumpulkan 3 juta real (Sekitar 8,1 M), dari penghasilannya dan sumbangan donatur lainnya. Sampai akhirnya Hasan, sang dermawan bisa dibebaskan.

Sumber: http://www.wathakker.info/articles/view.php?id=960

Pernahkah anda membayangkan Allah akan melupakan orang baik seperti Hasan dan Ahmad ? Semangatnya untuk menolong saudaranya merupakan bentuk itsar yang Allah ajarkan dalam Al-Quran. Mendahulukan saudaranya dibandingkan diri sendiri. Dan karena sikap inilah, Allah memuji orang anshar, dan Allah sebut mereka sebagai orang yang muflih.

وَالَّذِينَ تَبَوَّءُوا الدَّارَ وَالْإِيمَانَ مِنْ قَبْلِهِمْ يُحِبُّونَ مَنْ هَاجَرَ إِلَيْهِمْ وَلَا يَجِدُونَ فِي صُدُورِهِمْ حَاجَةً مِمَّا أُوتُوا وَيُؤْثِرُونَ عَلَى أَنْفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ وَمَنْ يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshor) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka (Anshor) ‘mencintai’ orang yang berhijrah kepada mereka (Muhajirin). dan mereka (Anshor) tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang muhajirin), atas diri mereka sendiri, Sekalipun mereka dalam kesusahan. dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka Itulah orang orang yang beruntung. (QS. Al-Hasyr: 9)

Usaha besar mereka tidak akan disia-siakan, karena Allah akan menolong orang yang baik.

وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ

“Sesungguhnya Allah akan senantiasa menolong orang yang baik”

Artikel www.KisahMuslim.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar