Minggu, 18 Januari 2015

Indahnya ketika kekasih Allah menghidupkan malam (2) Qiyamul lail-nya Rasulullah SAW.




Auf bin Malik Al-Asyja’i ra., mengatakan bahwa beliau suatu saat pernah sholat malam bersama dengan Rasulullah saw. Ketika itu Rasul berdiri dan membaca surat Al-Baqarah. Ketika melewati ayat rahmat, beliau selalu berhenti dan memohon dan ketika melewati ayat azab beliau akan meminta perlindungan. Ketika ruku’ lamanya sama seperti ketika berdiri dan beliau mengucapkan yang artinya ‘Maha suci Dzat Yang Memiliki kekuasaan, kerajaan, kesombongan dan keagungan.’ Ketika sujud, beliau melakukannya lama seperti ketika berdiri, mengucapkan kalimat tersebut dan membaca surat ali imran, seterusnya an-Nisa dan surat al-Maidah. Yang meriwayatkannya adalah Abu Dawud dan dinilai hasan oleh al-Albani.

Hudzaifah bin al-Yaman ra. Pernah sholat malam bersama Nabi dan Nabi pun membaca al-Baqarah dan baru ruku’ setelah membaca ayat yang keseratus. Ruku’ beliau lama hampir seperti berdirinya. Selanjutnya, pada rakaat berikutnya beliau melanjutkan bacaannya serta melanjutkannya dengan surat an-Nisa, Ali Imran. Ketika membaca surat-surat tersebut, beliau perlahan-lahan dan ketika melewati ayat yang isinya tasbih, beliaupun bertasbih. Bila melewati ayat permohonan, beliau memanjatkan permohonannya. Jika melewati ayat perlindungan, beliau akan memohon perlindungan. Setelah itu beliau ruku’ dan lamanya ruku’ beliau adalah menyamai berdirinya. Setelah bangun dari ruku’, berdirinya hampir sama waktu dengan ketika ruku’. Demikian pula ketika sujud, hampir sama waktu dengan berdirinya. Shahih Muslim.

Dari Ibnu Abbas ra., Nabi pernah bangun dan mengerjakan shalat pada malam hari, ketika itu Ibnu Abbas bangun dan berwudlu kemudian berdiri di sisi kiri Nabi, Nabi pun menariknya untuk berdiri disisi kanannya, kemudian Nabi mengerjakan shalat tiga belas rakaat. Diriwayatkan oleh Ahmad, dinilai sahih oleh Asy-Syaikh Ahmad Syakir dalam kitab al-Musnad.

Rasul pun pernah menasehati yang artinya ‘Barangsiapa yang bangun ketika malam serta membangunkan isterinya lalu keduanya mengerjakan shalat dua rakaat, maka keduanya dicatat sebagai laki-laki dan perempuan yang banyak berdzikir kepada Allah SWT.’ Abu Dawud, Al-Hakim, Al-Albani menilainya sahih.



Sumber Muhammad Shalih Ali Abdillah Ishaq. Bersujud di keheningan malam, 111 jalan menumbuhkan gairah qiyamul lail. Judul Asli Kaifa Ttahammas Li Qiyam Al-Lail. Penerjemah Muh. Muhaimin, M.Ag dan Nur Afifah, S.Ag. Yogyakarta, Mitra Pustaka, 2010.

http://menujucintamu.blogspot.com/2011/09/indahnya-ketika-kekasih-allah.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar