Minggu, 18 Januari 2015

Mengapa perlu Qiyamul Lail




Qiyamul Lail merupakan ibadah yang tidak pernah dilalaikan oleh generasi saleh sebelum kita. Bahkan mereka menginginlan hidup supaya bisa melakukan Qiyamul Lail. Contohnya, Tsabil al-Banani rahimahullah yang berkata bahwa beliau tidak dapat menemukan sesuatu yang lebih lezat dalam hatinya selain Qiyamul Lail. Yazid ar-Raqsyi mengatakan bahwa beliau tidak melihat sesuatu yang lebih menyejukkan mata ahli ibadah melebihi tahajjud di kegelapan malam. Bahkan seorang saleh pernah mengatakan bahwa sebenarnya qiyamul lail bukan urusan dunia namun termasuk urusan syurga, hanya orang yang mengabdi pada Allah di dunia yang merasakan dan mengetahui hal ini. Mereka begitu merasa bahwa saat malam itu sangat-sangat berharga. Begitu tinggi harganya, sampai-sampai akan menimbulkan penyesalan yang mendalam apabila terlewatkan malam tanpa menghidupkannya.

Qiyamul Lail sungguh sangat berharga karena merupakan salah satu jalan untuk menebus cinta-Nya. Qiyamul Lail juga merupakan harga yang dipatok oleh Allah untuk ditukar dengan surga-Nya. Qiyamul Lail merupakan salah satu bukti bahwa hamba benar-benar mencintai Tuhannya. Bagi seorang pecinta, tidak mungkin tidur ketika yang dicintainya tetap terjaga. Ketidaktiduran dan penyendiriannya hanya dengan Tuhan yang dicintainya merupakan salah satu bukti bahwa ia benar-benar sangat mencinta.

Hidup di dunia ini sangat singkat, perjalanan hidup di akherat sangatlah panjang dan kita akan sangat kepayahan dalam menghadapinya nanti, kecuali ketika hidup di dunia yang singkat ini selalu tunduk menghamba dan patuh serta selalu berusaha merebut cinta-Nya. Dengan cinta-Nya, kunci keselamatan ketika kepayahan dalam perjalanan panjang di akherat insyaAllah telah kita pegang karena Allah-lah yang akan menaungi kita kala tidak ada tempat bernaung selain dari-Nya. Cinta-Nya ini dapat kita raih dengan Qiyamul Lail.

Adalah mutlak diperlukan bagi seseorang yang menghidupkan malam, untuk menilai sangat-sangat tinggi setiap detik ketika malam. Setiap detiknya menentukan nasib kita di dunia dan akherat. Hadis Nabi yang diriwayatkan Abu Hurairah ra., menyatakan sabda Nabi ‘Barang siapa yang takut mengadakan perjalanan malam, barang siapa yang yang mengadakan perjalanan malam dan akan sampai ke tempat peristirahatan. Ingatlah, barang dagangan Allah sangat mahal. Ingatlah, barang dagangan Allah adalah syurga.’

Dalam kegelapan malam yang berharga tersebut, terdapat waktu dimana Tuham turun. Nabi pernah bersabda dalam hadis yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim. ‘Tuhan kita turun ke langit buni setiap malam ketika tinggal sepertiga malam yang terakhir, kemudian berfirman ‘Siapa yang menyeru-Ku Aku akan menjawabnya, siapa yang memohon kepada-Ku Aku akan memberikannya dan siapa yang memohon ampunan kepada-Ku Aku akan mengampuninya.’’

Ustadz Hasa al-Banna rahimahullah menyatakan bahwa ada sedikit waktu pagi, sedikit waktu petang dan akhir malam / sahar yang dengan kita bisa beribadah sehingga naik dengan ruh yang suci menuju ke langit. Apabila itu terjadi, maka kita akan mendapatkan kebaikan di dunia dan akhirat. Sedangkan Syeikh Syah Waliyullah ad-Dahlawi rahimahullah mengatakan bahwa ada waktu dimana ruhani tersebar di bumi dan terdapat kekuatan yang ideal bekerja pada waktu itu sehingga do’a lebih dikabulkan, ketaatan lebih diterima dibanding waktu lain. Waktu yang dimaksud ini antara lain adalah tengah malam sampai menjelang terbit fajar.



Sumber: Muhammad Shalih Ali Abdillah Ishaq. Bersujud di keheningan malam, 111 jalan menumbuhkan gairah qiyamul lail. Judul Asli Kaifa Ttahammas Li Qiyam Al-Lail. Penerjemah Muh. Muhaimin, M.Ag dan Nur Afifah, S.Ag. Yogyakarta, Mitra Pustaka, 2010.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar