Sabtu, 17 Januari 2015

Mengenal Cara Membersihkan Batin dan Mensucikan Hati

 

Biasanya ahli tasawuf memberikan nasehat-nasehatnya dalam membersihkan batin dan mensucikan hati dengan beberapa kewaspadaan pada beberapa hal sebagai berikut.

Latifatul Qalbi, ini erat kaitannya dengan jantung manusia. 

Letaknya di bawah payudara. Dari sini lahir sifat-sifat kemusyrikan (tahayul dan khufarat). Untuk mensucikannya, kita perlu memperbanyak dzikrullah lahir dan batin, terutama zikir bil qalb.

Latifatur Ruhi, berkaitan dengan paru-paru manusia. 

Tempat ini merupakan sumber lahirnya sifat nafsu kebinatangan sehingga menimbulkan sifat-sifat murka, tamak, zalim, dendam. Usaha untuk mengikis sifat-sifat ini adalah dengan mujahadah secara sungguh-sungguh dan istiqomah. Syahadat dan kalimah tayyibah perlu diperbanyak.

Latifatus Sirri, merupakan sifat binatang buas. 

Beberapa akibat yang nampak bagi pemiliknya adalah suka menuruti hawa nafsu yang buruk dan membahayakan diri sendiri. Bentuknya adalah nafsu syahwat yang berlebih-lebihan, angan-angan negatif, melamun tidak pada tempatnya, mengkhayal yang sukar untuk dicapai. Usaha untuk mengobatinya adalah memperbanyak dzikir dengan suara halus dan khusyu’, berusaha menghidupkan rasa kasih sayang pada orang lain, menyantuni dan melindungi wanita, bergaul dengan orang yang bertaqwa.

Latifatul khafy, terletak dalam limpa manusia. 

sifat-sifat menyerupai sifat syaiton timbul dari sini yaitu hasad, iri, tidak jujur, khianat, provokatif, dll. Yang diperlukan untuk mengobatinya adalah dzikir bil qalb dan menghidupkan sifat sabar dan syukur.

Latifatul Akhfa, terletak dalam empedu. 

Sifat yang terlahir adalah ujub, takabur, bangga diri dan pamer. Bahayanya sifat ini dapat menghancurkan amal ibadah yang dilakukan. Untuk menghacurkan sifat ini adalah dengan taqarrub muaqabah (mencermati dan menghisap diri) serta memperbanyak dzikir asmaul husna yang berkaitan dengan keagungan dan kebesaran Allah SWT.

Latifatun Nafsun Natifa, pada kening manusia. 

Dari tempat tersebut bersumber nafsu ammaratun bissu’ (emosi yang berlebihan, murka tak terkendali, tidak ada dama dan kasih sayang). Mendorong banyak angan-angan, sifat keras dan kasar dalam jiwa pemiliknya.Perlu memperbanyak membaca asmaul husna yang berhubungan dengan kasih sayang dan kelembutan Allah SWT.

Latifah Kullul Jasad, yakni sifat jahil dan lalai, tergesa-gesa.

Perlu memperbanyak istighfar dan do’a yang memohon dilindungi dari lalai dan malas, menghindar dari fikiran pada keduniawian dan beribadah sungguh-sungguh.

Wallahu a’lam.


Sumber: Djamaluddin Ahmad Al-Buny. 2002. Menelusuri Taman-taman Mahabah Shufiyah. Mitra Pustaka.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar