Minggu, 18 Januari 2015

Seorang Pemuda yang Sabar Menghadapi Musibah




Sekelumit kisah dalam kitab Ru’yal-ahya’ Lil-amwat yang di tulis Syeikh Ali Ahmad Abdul’Al Ath-Thahthawi. Beliau menyampaikan suatu kisah yang disampaikan oleh Ibnu Abid Dunya dan Al-Baihaqi dalam Asy-Syu’ab, riwayat Mutharrif bin Abdullah. 

Mutharrif bin Abdullah yang suatu saat berada di suatu makam, sholat dua rakaat, mengantuk dan tertidur. Seorang penghuni makam berkata padanya, “Engkau sholat dua rakaat tetapi tidak kusyu’? 

Aku menjawab, “Kadang-kadang begitu.’ 

Ia berkata,’Kamu beramal tetapi kamu tidak tahu, sedangkan kami tahu namun tidak dapat beramal. Jika kami dapat beramal sepertimu, itu lebih kami senangi daripada dunia dan seisinya.” 


Kemudian Mutharrif bin Abdullah bertanya mengenai siapa saja penghuni makam di sana dan dijawab semua penghuninya adalah muslim dan mendapat kebaikan dari Allah SWT. 

Bertanyalah Mutharrif bin Abdullah mengenai siapa penghuni makam yang mendapat kemuliaan, dialah seorang pemuda. Dengan kuasa Allah, pemuda itu dihadapkan pada Mutharrif bin Abdullah. Ketika ditanya apa yang membuat dirinya mendapat kemuliaan tersebut. 

Pemuda tersebut menjawab, “Sungguh aku telah ditimpa banyak musibah, namun Allah juga menganugerahi rasa sabar. Itulah yang membuat aku lebih utama dari mereka.”



http://menujucintamu.blogspot.com/2012_11_01_archive.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar