Minggu, 18 Januari 2015

Syukuri, Engkau Tlah Terpilih




Menjelang siang, kusisihkan separuh waktu
Karena Ilahi, kupenuhi permintaanmu untuk bertemu
Tak dapat disembunyikan garis-garis kedukaan di wajah yang sendu
Aku dapat mengerti, aku dapat merasakan
Sepertinya aku tahu sebelum kau bercerita, karena aku pernah merasa
Sepertinya aku tahu sebelum kau kata, karena aku pun masih mengalaminya

Pertama dari segalanya, kuyakinkan bahwa ini adalah terbaik, terindah bagi kita
Jangan dipungkiri, kenyataan ini memang terjadi
Jangan dipungkiri, tetapi syukurlah kepada Ilahi
Bahagialah, karena kita dipercaya
Bahagialah, karena kitalah yang terpilih
Berbesarhatilah, karena amanah nan hebat dipundak kita

Ingat-ingatlah mata-mata kecil memandang penuh harap
Jangan dilupa tangan-tangan kecil itu memohon untuk disambut
Jangan lupa kita ibu pada mereka
Jangan lupa kita semestinya tegar untuk mereka, karena-Nya

Kerinduan padanya, biarlah apa adanya
Air mata mengalir, biarlah tak harus dibendung
Perihnya hati, biarlah untuk sementara
Hantaman, cubaan, godaan, atau apalah dari sesama, biarkanlah
Semuanya tidak sia-sia, akan ada balasan indah disebaliknya

Tidak ada yang lebih penting saat ini selain mengabdi sepenuh bakti
Tidak ada yang lain perlu diusahakan kecuali berlari sekuat diri menuju Ilahi
Tidak ada yang harus dicapai kecuali mencari keridhaan-Nya
Tidak ada yang perlu difikirkan kecuali zuriat dan insan yang memerlukan
Lalu, pasrahkan semuanya kepada Allah, DIA mengatur dengan cara-Nya
Dan itu pasti indah

Kuala Lumpur, 5 November 2012
Untuk seorang kawan di perantauan dan semua yang terpilih dianugerahi cobaan indah dari Ilahi




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar