Minggu, 16 September 2012

Change Our Thinking Change Our Life


Hijrah merupakan sunatullah bagi mereka yg menginginkan PERUBAHAN agar hidup lebih baik. Jika kita menelusuri sejarah perjalanan ummat manusia maka kita akan dapat melihat bhw hijrah merupakan untaian sejarah yg diperlukan bagi perkembangan hidup manusia.

Dan dlm rangka utk MENCAPAI kemajuan, kita harus merencanakan HIJRAH utk PERUBAHAN, dan perubahan itu harus datang dan dimulai dari diri sendiri. Perubahan sejatinya tidak dapat dipaksakan dari luar, tetapi merupakan REVOLUSI kesadaran yg lahir dari dalam. Itu sebabnya, kpd orang yg bertanya soal hijrah dan jihad, Nabi berpesan. Kata beliau, “Ibda’ bi nafsik, faghzuha” (mulailah dari dirimu sendiri, lalu berperanglah). (HR. al-Thayalisi dari Abdullah Ibn `Umar).

Perubahan itu dimulai dari perubahan “CARA PANDANG” atau perubahan “PARADIGMA PIKIR” (mindset). Kita tak mungkin mengubah hidup kita, jika kita tak mampu mengubah paradigma pikiran kita. Karena itu, kita disuruh mengubah “PIKIRAN KITA” agar kita dapat mengubah HIDUP KITA. Selanjutnya, perubahan paradigma harus disertai dgn perubahan dalam penguasaan ILMU dan KETERAMPILAN. Perubahan yg satu ini memerlukan pembelajaran dan pembiasaan (learning habits) yg perlu terus diasah.

Akhirnya, perubahan diri itu, menurut Imam al-Ghazali, membutuhkan tindakan NYATA (al-Af`al). Ilmu hanya menjadi kekuatan jika ia benar-benar dikelola menjadi program dan tindakan nyata yg mendatangkan kebaikan bagi orang lain. Pada tahap ini, tindakan menjadi faktor pamungkas, dan menjadi satu-satunya kekuatan yg bisa mengubah cita2 (harapan) menjadi realita (kenyataan).

Perubahan pada hakekatnya adalah ketetapan Allah (sunnatullah) yg berlangsung konstan (ajek), tidak pernah berubah, serta tidak bisa dilawan, sebagai bukti dari wujud dan kuasa-Nya 
(QS. Ali Imran [3]: 190-191). 

Namun, perubahan yg dikehendaki, yaitu perubahan menuju kemajuan, tidak datang dari langit (given) atau datang secara cuma-cuma (taken for granted). Hal ini, karena Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum, kecuali kaum itu sendiri mengubah diri mereka sendiri  (QS. Al-Ra`d [13]: 11).

“Siapa yg berpindah pd jalan Allah, niscaya akan diperolehnya di bumi ini (tempat ia pindah) rezeki yg banyak (dan ketentraman). Siapa yg keluar rumahnya untuk hijrah kpd Allah dan Rasul-Nya, kemudian ia meninggal (di tengah jalan), maka sesungguhnya pahalanya sudah dijamin Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS An-Nisaa’ [4]:100)..

.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar