Sabtu, 12 Mei 2012

Apakah Komputer Telah Mengganti Pikiran Kita???




Sejak 2000 tahun yang lalu, filsuf Yunani kuno Socrates telah memperingatkan metode belajar tradisional dengan lisan yang telah diganti dengan metode belajar dengan tulisan. Socrates menganggap dibandingkan dengan cara tradisional belajar secara lisan, cara belajar dengan tulisan lebih dangkal. Sampai belakangan, popularitas televisi dan internet semakin membuat masyarakat merasa khawatir terhadap perubahan besar dalam pendekatan cara belajar, khawatir anak-anak di bawah informasi yang tidak baik akan berubah menjadi lebih ganas, pasif, dan mempeng-aruhi pelajaran mereka.

Armstrong seorang pendidik terkenal di Kanada, dalam sebuah bukunya “Anak-anak dan komputer” menunjukkan kelemahan dari mengajar dengan komputer. Ketergantungan anak-anak pada mesin secara serius telah menghambat perkembangan inteligensia anak-anak. Sebuah studi Amerika Serikat juga menunjukkan bahwa siswa SD yang semakin bergantung pada komputer, kemampuan aritmatika mereka juga semakin melemah.”

Dalam sebuah buku karya Maryanne Wolf dengan judul “Proust and the Squid: The Story and Science of the Reading Brain” ia berkata: “Biasanya ketika anak-anak sedang belajar membaca otak akan berkembang secara perlahan-lahan, itu baru bisa menerima tingkat lebih kompleks. Dan analisis dengan membaca akan menghabiskan waktu banyak untuk memahaminya secara mendalam baru dapat mempelajarinya dengan mantap. Tetapi yang ditekankan dalam jaringan internet adalah kecepatan, bagaimana mengumpulkan informasi dengan cepat, oleh sebab itu hanya dapat memahami pengetahuan dari permukaannya saja.”

Maryanne mengungkapkan, jika anak-anak sejak usia kecil sudah terus menerus menggunakan internet untuk memperoleh pengetahuan, sangat mungkin akan mempengaruhi kemampuan berpikir anak-anak setelah membaca. Dia juga mengatakan bahwa semua masalah ini perlu kita diskusikan secara mendalam. Dalam era digital ini, yang diperlukan anak-anak adalah pendidik-an yang lebih tepat untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam memahami pengetahuan.

Jangan Biarkan Komputer Menggantikan Pikiran Anda

Google baru-baru ini mengumumkan bahwa tujuan mereka adalah untuk meng-organisir informasi dari seluruh dunia dan membuatnya tersedia di mana-mana. Melalui mesin pencari internet yang cepat, memang dapat dengan cepat memperoleh informasi yang diinginkan. Namun, apakah hal ini sungguh bermanfaat terhadap perkembangan otak?

Karl mengatakan “Selama beberapa tahun terakhir, saya mulai merasa ada sesuatu yang tidak menyenangkan, saya merasakan ada orang tertentu, atau ada benda tertentu selalu dalam otak saya mengacau tiada hentinya, buatlah kembali “gambar komputer saya”, atau tulislah kembali otak memori. Dia dalam”apakah Google membuat saya semakin lama semakin bodoh” menuliskan, saya sudah tidak menggunakan metode dulu untuk berpikir lagi.

Dia memperhatikan, bahwa dulu ketika membaca sebuah buku atau satu artikel panjang, tidak perlu mencurahkan tenaga sudah bisa fokus ke salah satu ceritanya. Sekarang sering kali membaca dua atau tiga kali, perhatiannya pada menghilang.

Wolf percaya bahwa membaca bukanlah keterampilan yang diperoleh manusia sejak lahir, tidak seperti berbicara itu adalah gen kami. Harus melatih otak kita sendiri, baru dapat menginterpretasikan karakter yang kita lihat secara utuh dan dibaca menjadi bahasa yang bisa kita pahami. Tetapi bila kita selalu membandingkan efisiensi dan meletakkannya di atas semua, ada kemungkinan akan mengurangi kemampuan kita membacanya secara mendalam. Semangat pemikiran yang kaya serta kemampuan memahami artikel yang terbentuk dalam pembacaan mendalam seperti itu, dalam cakupan yang sangat besar telah hilang.

Banyak ahli percaya bahwa internet tidak hanya mengubah cara manusia untuk membaca, tetapi juga cara berpikir, bahkan egonya. Carl akhirnya berkata: “Saya merasa. Ketika kita bergantung pada komputer sebagai media memahami dunia, ia akan menjadi pikiran kita sendiri.”

Walaupun dampak jaringan komputer terhadap otak masih memiliki suatu tahap lagi untuk dikaji, ada juga studi yang mengatakan menggunakan jaringan internet berpengaruh terhadap pengoperasian pikiran kita. Tetapi yang dapat kita tentukan adalah, bersamaan dalam menikmati kenyamanan yang dapat diperoleh, jangan biarkan jaringan komputer internet menggantikan kemampuan berpikir diri sendiri. Komputer yang terbaik pun, itu juga hanya dapat menjadi alat bantu, gunakan secara tepat, jangan terlalu tergantung, diri kita baru tidak tersesat dalam ruang internet.(Erabaru/lim)

Read more: http://www.dluvux.co.cc/2009/09/apakah-teknologi-sedang-mengubah.html#ixzz0aNnDZKS4

Tidak ada komentar:

Posting Komentar