Jumat, 25 Mei 2012

Rasulullah SAW tidak pernah mau mengecewakan orang lain.





Sebagaimana diriwayatkan dalam Shahih Al Bukhari bahwa pernah ada seorang wanita, seorang budak wanita miskin dari Afrika yang bernama Barirah, mengundang Rasul SAW karena diberi makanan oleh salah seorang sahabatnya makanan yang sangat enak.

Sebenarnya Barirah sendiri tidak pernah makan hidangan yang lezat seumur hidupnya, karena ia sangat miskin.

Maka ketika datang makanan enak, dia justru teringat kepada Rasul SAW. Aku ingin menghidangkan makanan yang lezat ini untuk Rasulullah SAW, demikian sebuah pikiran yang tulus melintas dalam benak Barirah.

Barirah yang susah ini pun datang mengundang Rasul SAW ke rumahnya. Maka Rasul SAW yang tidak pernah menolak undangan dari siapa saja, datang bersama para sahabat untuk menyenangkan hati Barirah. Rasul SAW tidak ingin mengecewakan hati orang lain maka datang Beliau bersama para sahabat.

Ketika tiba di rumah Barirah, saat para sahabat melihat makanan yang sangat enak dan mahal, mereka berpikir bahwa tidak mungkin Barirah membelinya sendiri. Maka berkata para sahabat: “Ya Rasulallah barangkali ini adalah makanan zakat, sedangkan engkau tidak boleh memakan zakat dan shadaqah. kalau bukan makanan zakat ya makanan shadaqah, tentunya kau tidak boleh memakannya.”

Berubah pucatlah wajah Barirah. Ia merasa bingung, risau, bahkan juga malu mendengar ucapan para sahabat itu. Hancur hatinya mendengar kata-kata para sahabat itu, ia baru teringat bahwa Rasul SAW tidak pernah memakan makanan atau harta dari shadaqah dan zakat. Hampir-hampir ia menangis karena hancur perasaannya. Ia risau, takut serta kecewa dan malu karena sudah mengundang Rasul SAW untuk makan makanan yang diharamkan pada Rasulullah SAW.

Namun sebagaimana Rasulullah SAW adalah manusia yang paling indah budi pekertinya dan bijaksana, maka Beliau berkata: “Makanan ini betul shadaqah untuk Barirah dan sudah menjadi milik Barirah. Barirah menghadiahkan kepadaku maka aku boleh memakannya .“

Rasul SAW pun lalu memakannya.

Demikianlah jiwa yang paling indah yang tidak pernah ingin mengecewakan para fuqara’. Itu makanan sedekah betul untuk Barirah tapi sudah menjadi milik Barirah dan Barirah tidak menyedekahkannya padaku ( Rasulullah SAW ) tapi menghadiahkannya kepadaku. Demikian indahnya akhlak Sayyidina Muhammad SAW. Firman Allah SWT :

وَإِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيْمٍ

“Dan sungguh engkau ( Muhammad SAW ) berada pada akhlak yang agung”. 



1 komentar: