Jumat, 16 Januari 2015

Kesuksesan Hakiki




Khusus untuk menjadi khalifah (al-Baqarah [2] :30) dan disuruh juga menjaga seluruh yang ada di jagad alam raya ini untuk tidak merusak dan melestarikannya (Ar-Rum [30] : 40) dan juga tidak merusak lagi setelah diperbaiki.

Perjalanan kehidupan manusia di jagad alam raya ini sebenarnya bukanlah hal yang mudah, kecuali bagi orang-orang yang bersungguh-sungguh. 

Dalam firman-Nya, “Dan kami telah menunjukinya dua jalan (kebaikan dan keburukan) (Al-Balad [90] : 10)”.

Dalam tafsiran Buya Hamka, kata (najdain) itu diartikan sebagai dua jalan menanjak. Dua mata menghadap ke muka. Di muka terentang dua jalan yang mendaki; menandakan bahwa dua jalan yang terentang itu mesti ditempuh dengan perjuangan dan mengeluarkan tenaga juga.

Kesatu ialah jalan kebajikan. Kedua ialah jalan yang buruk. Sudah sangat jelas bahwa perjuangan menuju kesuksesan itu bukan perkara mudah, tidaklah sebuah kesuksesan itu dicapai dengan mudah melainkan dengan segala perjuangan yang sangat dan mengeluarkan tenaga.

Tidak mungkin juga orang yang berleha-leha akan mendapatkan kesuksesan dengan mudah atau hanya dengan berharap kepada Allah saja. Tidak! Allah SWT akan memberikan hasilnya jika seseorang telah berusaha sekuat tenaga dan bertawakal kepada Allah SWT.

Saya mengilustrasikan sukses itu sebagai buah yang besar, yang nikmat dimakan jika buahnya sudah menjadi besar. Bukan kah sebuah buah yang besar dahulunya hanya sebuah biji yang kecil yang tidak dianggap oleh kebanyakan orang? Namun demikian, bagi orang yang mempunyai akal, sebuah biji yang kecil akan berdampak besar bagi kehidupannya. Sebuah biji yang kecil pasti akan menjadi sesuatu jika diproses dan diperlakukan dengan sebaik mungkin.

Kesuksesan yang hakiki bukanlah diraih dengan jalan yang batil. Kesuksesan adalah sesuatu yang hak. Tidaklah cocok jika keduanya berdampingan menuju jalan yang bersamaan. Allah berfirman “Janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang batil.” (Al-Baqarah [2]: 42). Sebuah ayat ini sudah sangat jelas, hak dan batil bagaikan seperti minyak dan air yang tidak pernah bersatu.

Allah berfiman lagi, “Allah mengilhaminya kepada jiwa itu (jalan) kedurhakaan dan ketakwaan.” (As-Syams [91] : 8). Ayat ini juga dapat diartikan bahwa manusia itu diberi potensi untuk melakukan kesalahan dan kebenaran, dan manusia “seharusnya” mampu mengendalikan diri pada kebaikan dan keburukannya yang merupakan dari rahmat-Nya.

Hidup sebenarnya merupakan hal yang indah apabila kita menguasai rahasianya serta memiliki kunci untuk tetap bertahan. Semua manusia diciptakan agar sukses dalam segala aspek kehidupannya. Kesuksesan tidak diraih secara gratis. Butuh perjuangan dan keringat untuk mewujudkan sebuah kesuksesan yang hakiki. Jangan takut untuk memulai dan jangan ragu untuk mencoba lagi.

Mengerahkan segala kekuatan dengan usaha yang maksimal akan membantu kita untuk sukses. Jika itu semua telah dikerahkan, hal terakhir yang perlu dilakukan adalah bertawakal kepada Allah, menyerahkan segalanya dan pasrah hanya kepada Allah. Cukuplah Allah menjadi penolong kami. Wallahu 'alam


Oleh:  Gelar Reka Putra

http://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/15/01/09/nhwbdd-kesuksesan-hakiki-bukan-diraih-dengan-jalan-batil

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar