Senin, 08 Oktober 2012

AL WAAHID | YANG MAHA TUNGGAL


AL WAAHID | YANG MAHA TUNGGAL 
AL WAAHID (yang Maha Tunggal) adalah Allah yang tidak dapat dibagi dan disamai. Adapun mengenai Dia tidak dapat dibagi, itu disebut satu dalam pengertian bahwa ia tidak mempunyai bagian, seperti satu titik yang tidak mempunayi bagian.
 
 
 
 
 Dan Allah Azza wa Jalla adalah satu dalam pengertian bahwa Dzat-Nya mustahil tersusun dari bagian-bagian. Dia tidak dapat disamai dan hal itu mencerminkan tidak adanya tandingan baginya, seperti matahari, yang dapat dibagi dalam imajinasi dan terbagi dzatnya karena tergolong semacam benda.
 
Bisa saja seseorang itu satu bila dirinya tidak ada tandingannya dikalangan manusia dalam suatu sifat yang termasuk sifat baik, namun hal itu adalah fungsi dari golongan manusia dan zaman. Oleh karena itu, bisa saja muncul orang seperti itu pada zaman yang lain. Jadi hanya Allah Ta'ala sajalah yang mutlak satu.
 
`Dan Tuhanmu adalah Tuhan yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang` (Al Baqarah:163)
 
`Tuhan kamu adalah Tuhan yang Maha Esa` (An Nahl:22)
 
`Maka Tuhanmu ialah Tuhan yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah)` (Al Hajj:34)
 
`Sesungguhnya Allah Tuhan yang Maha Esa, Mahasuci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai pemelihara` (An Nisaa':171)
 
`Katakanlah (ya Muhammad): "sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan, dan sekali-kali tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah yang Maha Esa dan Maha Mengalahkan. Tuhan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun` (38-Shaad:65~66)
 
`Mahasuci Allah. Dia-lah Allah yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan` (39-Az Zumar:4)
 
`(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit, dan mereka semuanya (di padang Mahsyar) berkumpul menghadap ke hadirat Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa` (14-Ibrahim:48)
 
Imam Al-Ghazali


 http://fiqhislam.com/index.php?option=com_content&view=article&id=225:al-waahid-yang-maha-tunggal&catid=47:asma-allah&Itemid=419

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar